CAHAYA DI TANAH TEBU

RIRIN ERATAURINA
Chapter #10

Mau ikut Kudaireng?

Di sudut halaman pesantren yang teduh, Firzania dan Aisyah duduk bersebelahan di atas rumput. Suara riuh santri yang sedang mendaftar ke ekstrakurikuler masih terdengar di latar belakang.

“Eh, Aisyah,” Firzania mulai, memainkan rumput di tangannya. “Kamu sudah pasti mau ikut ekstrakurikuler apa?”

“Aku masih bingung, Fir. Banyak pilihan yang menarik, tapi kayaknya aku mau ikut jurnalistik sih” jawab Aisyah, menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Gimana kalau kamu ikut Kudaireng sama aku?” ajak Firzania, wajahnya berseri-seri. “Aku butuh teman di sana. Dakwah dan pidato bisa jadi pengalaman seru!”

Aisyah mengangkat alisnya, terkejut. “Kudaireng? Tapi aku nggak yakin bisa berbicara di depan umum. Aku masih merasa canggung,” ungkapnya.

Come on, Aisyah! Justru di situ tempatnya kita belajar. Setiap orang pasti merasa canggung di awal. Lagipula, kamu kan suka nulis. Mungkin bisa membantu kamu dalam menyusun materi pidato,” Firzania meyakinkan.

Lihat selengkapnya