CAHAYA DI TANAH TEBU

RIRIN ERATAURINA
Chapter #27

Jadwalnya belajar bahasa

The first in our meeting, let's read bismillah together,

“BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM”

           Ustadzah Ella melantangkan perintahnya untuk memulai kegiatan ba’da magrib hari ini. Yah... hari ini jadwalnya bahasa alias belajar tentang bahasa, entah itu bahasa arab ataupun bahasa inggris, biasanya program bahasa itu bermacam-macam tiap minggunya, ada yang belajar mufrodat, penghafalan vocab, lalu ada pula games yang tentunya mengasah kemampuan bahasa kami.

“Ok, the first vocabulary is.......”

Sambil spidol yang ada ditangannya dituliskan ke papan tulis putih yang berada tepat di depanku, disebelah ustadzah Ella yang kini sedang berdiri didepan para santri, berdiri menghadap para santri untuk mulai mengajarkan vocab. Ustadzah Ella adalah salah satu ustadzah yang berasal dari darah sunda, jadi ngomongnya juga khas, Aisyah lumayan dekat dengan beliau, bahkan terkadang Aisyah memanggil ustadzah ella dengan sebutan “Teteh”, saking dekatnya. Beliau orangnya lucu apalagi dengan pipi nyempluk putihnya itu. Uhhhh lucunya. Kalau ngomong mesti belakangnya ada huruf “K”-nya. Seperti saat ngomong :

“Iyak...”

“Kagak”

“Menungguk”

“Berkatak” (padahal Aslinda “berkata”)

Lucu pokoknya. Ustadzah Ella kini sedang menempuh kuliah di Unhasy. Universitas Hasyim Asy’ari, Univ-nya Tebuireng kini.

Kami semua menunggu perkataan Ustadzah Ella selanjutnya.

“ Pohon in english language is.....???”

           Ustadzah Ella bertanya kepada para santri yang ada di koridor kamar, yah kami belajar bahasa tergantung jatah tempatnya, ada yang di ruangan bahasa, ada yang di kantor, ada yang di koridor lantai bawah ada pula yang di koridor lantai atas. Tergantung. Dan kami kebagian belajar bahasa di koridor lantai bawah. Sebab para santri yang sedang berkumpul disini adalah anak-anak kamar dari wisma Nyai Nafiqoh bawah, anak-anak dari kamar NN 101, NN 102, dan NN 103. Semua tumplek blek disini untuk sama-sama belajar bahasa.

“Tree”

Para santri menjawab pertanyaan ustadzah dengan kompak. Lalu ustadzah kembali berucap

“Once again?!”

Ustadzah memerintah.

“Tree”

Lihat selengkapnya