CAHAYA DI TANAH TEBU

RIRIN ERATAURINA
Chapter #29

"Inna Ma'al usri yusro"

      Jika cara pembelajaran Man Jadda Wajada yang diteriakkan oleh lelaki di novel 5 menara, maka kami para santri putri diajarkan dengan penuh kelembutan. Lelaki bertubuh gagah, dengan suara lembut menyejukkan, sorot mata yang mampu menembus hati dan pikiran kami satu persatu seakan ingin menaklukkan jiwa kami. Sungguh membuatku sekilas mengingat master hipnotis ganteng dari luar negri yang pernah ditayangkan di salah satu stasiun televisi di Indonesia.

           Inna Ma'al usri yusro: seiris kalimat sakti mandra guna laksana udara berenergi yang menyalakan getaran hati. Kami semua dipaksa menunduk dengan kata-katanya, tidak hanya kepala yang menunduk, tapi juga kelopak mata, pikiran, hati dan jiwa. Dalam jumlah beberapa hembusan nafas saja, seperti ada semut berjalan dari ujung kepala hingga ujung kaki. Kami yang terhitung dua puluh lima putri, remaja puber, menurunkan bulu mata, menutup bola mata indah kami, dan meresapi.

           “Inna Ma'al usri yusro

Lihat selengkapnya