Blurb
Di panggung politik Jakarta, kejujuran adalah bentuk bunuh diri.
Baskara Adhiyaksa memiliki segalanya: wajah yang tampan, elektabilitas yang meroket, dan Alina—istri sempurna yang merupakan putri dari kingmaker politik paling ditakuti. Di mata publik, Baskara adalah simbol "Family Man" yang bersih dan berintegritas.
Namun, di balik pintu tertutup apartemen mewah di Jakarta Selatan, Baskara memiliki Veara Anjani. Seorang art director cerdas yang bukan sekadar simpanan, melainkan arsitek di balik citra modern Baskara. Vea tidak menuntut uang; ia menuntut pengakuan.
Ketika skandal perselingkuhan itu tercium, ini bukan lagi sekadar drama rumah tangga. Ini adalah ancaman bagi investasi triliunan rupiah.
Alina tidak menangis; ia menyusun strategi. Pak Hermawan tidak marah; ia menyiapkan "pembersihan". Dan Vea tidak diam; ia memegang kartu As yang bisa meruntuhkan segalanya.
Dalam pertarungan di mana cinta hanyalah alat tukar dan moralitas adalah naskah pidato, siapa yang akan bertahan saat lampu sorot dimatikan?
"Sebagian orang naik dengan mahkota. Sebagian lain belajar hidup tanpa nama."