Candy Shop (A Magical Matchmaking Story)

Anelyn
Chapter #5

Rasa Permen yang Pernah Ada

Tidak ada habisnya senyum Candy, memperhatikan satu per satu tas branded dipindahkan dari truk pengiriman yang sudah terparkir sejak sore. Ditambah, wajah Ercilia yang menggerutu akibat sindiran Candy selama seminggu penuh. Wajahnya seakan menggambarkan kemenangan pertama kali dalam seratus tahun terakhir. Ketukan heelsnya terdengar seperti melodi musik. Dan sekarang, giliran Candy duduk di kursi kerja itu. Buku-buku catatan dan panduan sudah Ercilia siapkan untuk berjaga-jaga, seperti sudah meramalkan kekacauan berikutnya.

"Memangnya aku anak sekolah?" ucap Candy, membalikkan lembar demi lembar buku panduan tersebut.

Suara teko keramik yang menuangkan teh ke sebuah cangkir antik, perlahan melayang mendekati Candy. Meski aroma kue keju memenuhi seluruh ruangan, matanya tak berhenti membaca buku panduan tersebut. Candy sedikit tersenyum, melihat tulisan Ercilia yang tertata rapi mengenai panduan pelayanan. Mata Candy memutar, lalu menaruh buku panduan itu ke laci paling dalam.

Kring!

"Selamat datang di to—" Ucapan Candy terhenti, melihat seorang yang tidak asing masuk ke dalam toko. "Yona?"

"Malam Ms Cand—tekonya, melayang!?" ucapnya, sedikit terkejut.

"Hahhh... kenapa kamu datang ke sini? Gagal lagi?" Candy duduk, merapikan rok kuning pastelnya yang kusut.

"Ehm... i... iya," ucapnya gugup.

"Apa lagi kali ini? Kurang mapan? Kurang baik? Kurang apa?"

"Bu... bukan gagal kok, cuma..."

"Hah? Bisakah kamu bicara yang jelas?"

"Maaf... saya tidak merasa cocok dengannya, Ms."

"Dia baik, perhatian, dan mungkin terlalu sempurna. Saya... seperti tidak percaya."

"Kamu mau dia jadi brengsek saja?"

"Bukan itu. Rasanya seperti... aku tidak bisa dengannya. Tapi bukan berarti ia buruk. Tidak seperti itu."

"Hah!? Apa maksudmu sih?"

"Apa kamu suka dengannya?" ucap Ercilia, tiba-tiba muncul dari lorong belakang.

"Astaga! Yang benar saja, tiba-tiba kau muncul," tutur Candy.

"Lihat empat jarimu, menunjuk ke arahmu semua," ucap Ercilia.

Candy menggerutu, memanyunkan bibirnya karena tak bisa membalas perkataan Ercilia.

"Jadi bagaimana? Kamu belum jawab pertanyaanku?" tutur Ercilia, menuju ke arah sofa lalu duduk sambil menuangkan secangkir teh untuk dirinya dan Yona.

"A… aku suka… tapi…"

Pio terbang ke arah Ercilia, membisikkan sesuatu.

"Sudah berapa lama?" tutur Ercilia lembut.

"Empat bulan."

"Cobalah untuk menjalin hubungan. Tidak ada salahnya bukan?"

"Aku... merasa—" Candy memotong ucapan gadis itu. "Bisa tidak kau bicara intinya saja? Apa bicara berputar-putar adalah hobimu? Kami penyihir bukan peramal!"

"A... aku tidak suka dengannya!" ucap Yona, mengepalkan tangannya ke dada sambil menundukkan wajahnya. Menghindar dari tatapan Candy.

Candy mengeluarkan buku katalog yang berisi pria-pria berkualitas. Ia menerbangkannya langsung ke wajah Yona hingga Yona terpental terkejut.

"Apa ini?" ucap Yona.

"Pilihlah. Akan kuatur pertemuan kalian."

Yona melangkah mundur, meremas ujung bajunya.

Lihat selengkapnya