CANON

Afina Iskandar
Chapter #4

4 - Safir Biru

Telah terjadi sesuatu di SMA Safir Biru hari ini.


Sudah setengah jam setelah bel pertanda masuk dibunyikan, namun kelas belum juga dimulai. Beberapa guru tampak sibuk berseliweran di lorong sekolah hingga suasana sekolah sedikit ricuh.

“Kei mana, Nad?” Sensen menghampiri meja Nada dan berdiri tepat di depan bangku Kei yang kosong. Bernama lengkap Raden Ayu Senita Laksmi Diningrat, Sensen adalah sosok yang cukup ditakuti di kelas XII IPA 3. Dengan tubuhnya yang lumayan berisi dan profesinya sebagai bendahara kelas galak, siapa pun langsung deg-degan tiap kali dihampiri Ibu Suri satu ini, tak terkecuali Bu Ros sang wali kelas. Nada pun sudah siap dengan dompetnya jikalau Sensen datang untuk menagih iuran kelas.

“Udah masuk kelas tadi habis makan siang, tapi keluar lagi, ke toilet kayanya,” Nada ikut celingak celinguk mencari keberadaan teman sebangkunya.

“Tadi anak kelas lain bilang ada yang berantem di toilet cewek, jangan-jangan itu Kei,” Sensen malah membuka lapak gosip di meja Nada. 

“Gila, udah lama gak denger yang seru-seru gini di sekolah kita, terakhir kali paling foto penampakan di IPS 1.” Entah sejak kapan dan dari mana, Brie, salah satu teman dekat Nada, ikut nimbrung dalam lapak tak berfaedah ini. 

“Kei gimana sih Nad, orangnya?” Bukan hanya Sensen, Nada pun penasaran setengah mati dengan seorang Keiko Kasahara. Sudah seminggu mereka duduk bersebelahan, namun interaksinya sangat minim. Pembicaraan mereka paling intens adalah soal makanan favorit masing-masing dan kerumitan soal Fisika yang selalu berhasil dipecahkan Kei. Sisanya, Kei hanya minta berbagi buku dan sesekali pinjam penghapus. Tiap kali Nada ajak pergi jajan ke kantin, Kei selalu menolak. Ia memilih makan roti, apel, dan minum air putih dari tumbler putih yang selalu ia bawa tanpa pernah jajan sekali pun.

Lihat selengkapnya