CANON

Afina Iskandar
Chapter #8

8 - UKS

“Gak ada yang tahu kapan kematian datang, tapi saya rasa, bukan besok, Buk.”

“Heh! Ngomong opo to?”8 Dokter Ratna menempeleng kepala Raga lalu kembali mengobati pergelangan kakinya yang baru saja terkilir pasca bermain futsal. Wanita berusia lima puluh empat tahun itu juga mengoleskan alkohol ke siku Raga yang lecet guna mensterilkan lukanya.

“Mbok ya punya badan itu disayang-sayang gitu to, Le,” Tole adalah panggilan khas Dokter Ratna khusus untuk Raga. Hanya Raga. Banyak hal yang terjadi antara Dokter Ratna dan orangtua Raga sehingga wanita itu sudah menganggapnya sebagai anak sendiri, begitu pula sebaliknya.

“Kata orang, hidup cuma sekali, jadi lakukan hal yang bikin kita gak nyesel. Main bola itu bikin saya bahagia, Buk,” ucap Raga dengan sok bijak sambil memasang tampang serius. Kalau sedang bercakap dengan Dokter Ratna, Raga menjelma jadi wong jowo. Meskipun pada dasarnya ia memang keturunan Jawa, Raga tumbuh di tanah Sunda semenjak kecil. Raga dapat berkomunikasi dengan beragam bahasa di Nusantara berkat kebiasannya mengamati dan mendengar. Ia selalu berusaha menyesuaikan diri dengan lawan bicaranya meskipun tidak terlalu fasih. “Hanya modal nekat biar dekat,” motto hidup Satya Bian Nuraga. Menurutnya, bahasa adalah pintu. Semacam perekat hubungan manusia, batas antara dua orang dapat ditembus dan dijalin melalui kata ataupun rasa.

“Halah, padahal alasan sebenarnya biar Ibuk ada kerjaan setiap harinya to? Kalo gak sobek keningnya, ya keseleo, ya lecet. Besok opo lagi to? Mbok ya Ibuk dibiarin tenang sehari gitu loh, Le.” 

“Loh, justru biar Ibuk ndak bosen sendirian di UKS, jadi sering aku datengin, hehe,” tawa Raga terdengar renyah dan lepas. 

“Hmm, yo terserah kamu, deh,” Dokter Ratna melekatkan ujung kain kasa di siku Raga dengan perekat. “Obatnya wis9 diminum hari ini?” 

“Durung10 Buk, ini sekalian kabur ke sini mau minum obat,” Raga mengambil sebuah plastik dari kantongnya dan meraih botol air mineral yang sejak tadi diletakkan di meja.

“Jadi kapan mulai kemo-nya? Terakhir kali kamu bilang awal tahun, piye to11 sekarang keputusannya?”

Lihat selengkapnya