CANON

Afina Iskandar
Chapter #11

11 - Daddy Long Legs

Ai melepas kasar salah satu earphone di telinganya dengan ekspresi terkejut.

“Kenapa, Bon?” Ute menatap heran sahabat di hadapannya yang tadi sedari tadi khusyuk mendengarkan podcast. Ute tiba di Bandung jam setengah delapan setelah memesan shuttle travel paling pagi dari Jakarta. Ia langsung menghubungi Ai begitu tiba dan mereka berdua memutuskan untuk ngopi dan sarapan di Blue Doors Coffee di daerah Banceuy.

“Mang—Odading!” teriakan Ai menarik perhatian beberapa pengunjung termasuk sang barista.

“Apa?”

“Nyet, cerita Mang Odading, inget gak?”

“Odading apaan sih? Tukang gorengan?” Ute semakin tidak mengerti.

“Inget segmen ‘Cinta Perdana’ beberapa tahun yang lalu di Sone? Ada pengirim cerita namanya Mang Odading, gue pernah cerita ke elo dulu...”

“Segmen ‘Pertama Suka’ maksud lo? Odading yang mana sih? Lupa gue sumpah—”

Ai tidak mengindahkan dan justru meraih handphonenya. Kopi manual brew V60 dengan biji house blend yang sudah diseduh sejak tadi belum juga tersentuh. Hanya hot matcha latte pesanan Ute yang tersisa setengah meskipun awalnya ia menawarkan untuk ngopi. Udara Bandung pagi ini dengan sopan bertiup sejuk mengitari seluruh ruang kafe membuat sebagian besar pengunjung mengenakan jaket guna menghadang rasa dingin. Tanpa aba-aba, Ute menyelimuti tubuh ramping Ai dengan sweater abu-abu yang sengaja ia bawa lebih karena tahu betul kebiasaan sahabatnya yang sering lupa memperhatikan dirinya sendiri.

Lihat selengkapnya