CANON

Afina Iskandar
Chapter #14

14 - Brie

Percaya pada kesan pertama adalah hal paling sia-sia, apalagi jatuh cinta pada pandangan pertama, bagi Brie, semua itu omong kosong.

Seperti perjumpaan pertamanya dengan Dwiki yang sebenarnya malas ia ingat, itu terjadi ketika usia mereka baru menginjak enam tahun. Keluarga Dwiki baru saja pindah rumah dan Brie merupakan orang pertama yang mereka temui ketika berkeliling untuk berkenalan dengan tetangga sekitar.

“Bapak sama Ibu ada, Dek?” tanya Pak Atmadja di depan pintu, bersama dengan Bu Risa di sebelahnya,  membawa sebuah piring tertutup plastik dan seorang anak laki-laki bertubuh kecil di belakangnya.

Brie memperhatikan anak laki-laki itu sesaat, “Sedang ke luar, kalau Bunda lagi ke warung depan.”

“Ih, Jaiko!” Belum sempat Pak Atmadja membalas perkataan Brie, anak laki-laki tersebut sudah mengarahkan jarinya ke Brie sambil berteriak ke Ibunya.

“Haa?” Brie belum mengerti sepenuhnya.

“Dia mirip adiknya Jaiko, Ma, adiknya Giant, haha” tambahnya.

Jaiko di komik Doraemon? Gadis tembem berambut pendek dan berbadan besar replika Giant versi gadis? Postur badan Brie memang lebih tinggi daripada rata-rata anak seumurnya, tapi bagaimana mungkin ia disamakan dengan Jaiko? Reflek dan berpikir ringkas, Brie menyentil keras dahi anak laki-laki bandel itu di depan kedua orangtuanya hingga ia mengeluh kesakitan. “Ini cara Jaiko kenalan sama orang baru,” ucapnya tersenyum puas. Beberapa hari kemudian, baru diketahui bahwa bocah tengil yang ternyata seumuran dengannya tersebut bernama Dwiki Hadyan Atmadja, itu pun setelah Brie kena semprot Bunda karena menyentil tetangga baru.

Lihat selengkapnya