CANON

Afina Iskandar
Chapter #25

25 - Rexx & Joker

Dwiki terancam dikeluarkan dari sekolah.

Kemarin malam, terjadi tawuran hebat antar siswa Safir Biru dan Bina Nusa, tepatnya, antar sesama geng dua sekolah tersebut. Safir Biru memang cukup populer dengan gengnya yang bernama Rexx sejak puluhan tahun lalu, sedangkan Bina Nusa memiliki dua geng utama di antara para siswa, yakni Joker dan Aestro. Entah bagaimana awal permasalahannya, kedua kubu SMA ini tidak pernah akur. Dimulai dari penyelenggaraan acara pensi yang sering berdekatan untuk bisa bersaing satu sama lain, kompetisi antar tim cheers masing-masing sekolah, sampai keributan yang sering terjadi antar dua geng tersebut sepulang sekolah.

Tadi malam, lagi-lagi terjadi keributan antar Rexx dan Joker di daerah Gatot Subroto. Malangnya, kali ini terdapat korban meninggal dunia yang merupakan siswa Bina Nusa kelas XI. Tidak ada yang tahu pasti siapa yang membawa senjata tajam, namun korban tersebut ditemukan kritis dengan tikaman di bagian leher. Diduga ia menghembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan menuju rumah sakit karena kehabisan darah. Malam itu, Dwiki tiba satu jam lebih telat ke tempat nongkrong andalan Rexx karena harus mengantar pulang Diara, adik bungsunya yang hanya terpaut dua tahun, sehabis pulang bimbingan belajar. Ketika ia tiba, kericuhan sudah pecah dan sudah terdengar suara sirine polisi sehingga semua orang yang berada di tempat mencoba melarikan diri. Dwiki yang masih mencoba menerka keadaan menemukan seseorang yang terkapar di antara keributan tersebut, sehingga di saat yang lain mencoba kabur, ia justru mendekat ke TKP. Siswa tersebut berlimbah darah tak berdaya di jalanan dan tampak sebilah pisau di sebelahnya yang sampai saat ini tak diketahui siapa pemiliknya. Dengan reflek, Dwiki langsung mencoba menyadarkan siswa tersebut dan meminta pertolongan. 

“Ki, cepetan maneh lari, aya pulisi25,” suara Badi, salah seorang anggota Rexx yang ternyata masih berada di tempat memperingatkannya dengan panik.

“Aya korban anu disalametkeun, gancang nelepon ambulan!26” perintah Dwiki tegas.

“Di dieu aya angkot kosong, hayu urang angkat ka rumah sakit nganggo ieu,27” Patra yang juga merupakan anggota Rexx muncul dari belakang Badi. Akhirnya mereka bertiga mencoba mengangkut korban bersama-sama ke dalam angkot dan memaksa si supir untuk segera ke rumah sakit, tentunya dengan sogokan dan sedikit ancaman karena awalnya si supir menolak keras.

Lihat selengkapnya