CANON

Afina Iskandar
Chapter #40

40 - Topi Kei

Melelahkan sekali rasanya menyimpan semuanya seorang diri.

Hari ini begitu panjang. Rasanya Sakti ingin menenggelamkan dirinya ke dalam muka bumi dan tidak muncul lagi untuk sejenak. Kepalanya terasa berat dan ujung bibirnya mulai perih. Dalam sejarah hidupnya, baru kali ini Sakti tidak tiba tepat waktu. Ia telat lima belas menit dari jadwalnya bertugas di minimarket. Tapi Sakti tidak peduli, ini bukan lagi tentang dirinya, tentang ambisi nya, tentang idealisme nya.

“Gue baru tahu lo bisa telat juga,” sebuah suara membuyarkan monolog Sakti.

Kei berdiri di depan minimarket dengan jaket oversized dan topi andalannya. Seperti hari-hari sebelumnya, ia tampak cantik mengenakan apa pun. Tidak, kamu tidak punya waktu untuk memikirkan hal tersebut, Sakti.

“Ada perlu apa?” Sakti berkata dingin tanpa menatap lawan bicaranya.

“Lo habis berantem?” tanya Kei saat melihat darah kering di ujung bibirnya. “Gue sering berantem, gue tahu itu bukan luka jatuh atau kepentok. Siapa yang habis nonjok lo?”

Sakti berjalan melewati Kei tanpa menanggapinya sedikit pun. Ada dua hal yang Kei tangkap saat itu juga, sikap Sakti yang dingin dan sorot matanya yang gamang. Terlalu banyak hal yang disimpan sendirian oleh lelaki itu dan Kei tahu, Sakti tidak pernah mau membaginya, apalagi pada dirinya. 

“Gue ke sini karena ada hal yang perlu diomongin,” Kei mengikuti Sakti ke dalam minimarket.

“Gak bisa dibicarakan besok di kelas?”

Lihat selengkapnya