CANON

Afina Iskandar
Chapter #47

47 - Asmaranada

“Nada meninggal karena Covid-19, sewaktu bertugas di rumah sakit.”

Ai berusaha keras menyamarkan kekalutan di seluruh tubuhnya. Bukan ini yang ingin ia dengar. Sungguh, bukan ini.

“Nada kerja sebagai dokter?” Mas Sada tidak terlihat kaget. Rautnya sedatar permukaan danau yang lupa dibelai angin.

“Dia sedang internship waktu Covid meledak. Kalau kalian ingat, seluruh tenaga medis dikerahkan habis-habisan waktu keadaan lagi chaos total tahun 2021,” Dipta bersuara menggantikan April.

“Nada orang terbaik yang pernah gue kenal, dia selalu bantu banyak orang. Tapi waktu dia pergi, gak seorang pun ada di sampingnya..”

Dering handphone Ai mengisi keheningan ruangan besar itu. Diaz is calling. Biasanya pria ini hanya akan menghubunginya ketika Ute keluyuran entah ke mana.

“Maaf, saya harus angkat ini,” Ai melangkah ke luar ruangan. Terima kasih Diaz, gue memang butuh angin segar. Ruangan tadi begitu besar tapi anehnya sangat menyesakkan.

“Halo Diaz, Ute lagi gak sama gu—” 

“Airin, Tari…”

Lihat selengkapnya