Captain Wira:1843

Indah Leony Suwarno
Chapter #5

05: Jarak Dekat


Rasa bersalah yang berkecamuk membuat Renjana tidak bisa duduk tenang di kamar sepanjang siang. Begitu matahari mulai condong ke barat dan udara Batavia sedikit melunak, ia memutuskan untuk keluar ke paviliun belakang. Di sana, di bawah naungan pohon kenari raksasa, ia melihat Wira sedang duduk di meja kayu. Jas militernya sudah kembali terpasang rapi, dan sang Kapten tampak serius memeriksa beberapa lembar dokumen militer.


Renjana melangkah mendekat dengan sangat pelan, meremas ujung gaunnya yang terasa kaku. Mendengar langkah kaki, Wira mendongak. Ekspresi wajahnya yang tegas sempat menegang sesaat, namun ia tidak mengatakan apa-apa dan kembali menatap kertas di depannya.


Renjana berdeham pelan. "Wira..." panggilnya lirih, melepaskan sejenak kata 'Kapten' yang biasa ia gunakan untuk memprovokasi pria itu. "Soal yang tadi pagi... aku minta maaf. Aku benar-benar tidak tahu tentang krisis air di sini. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi."


Wira menghentikan gerakan jemarinya. Ia menatap Renjana cukup lama, mengamati ketulusan yang terpancar dari sepasang mata gadis itu. Perlahan, garis-garis kaku di wajahnya mengendur, digantikan oleh helaian napas pendek yang menenangkan.


Lihat selengkapnya