Captain Wira:1843

Indah Leony Suwarno
Chapter #16

16: Renjana dan Keinginannya, Wira dan Ucapannya.

Hari-hari berikutnya berlalu dengan atmosfer yang kian manis di antara mereka. Renjana, yang berjiwa bebas, tiba-tiba memiliki ide gila setelah melihat Wira pulang dengan kuda hitamnya yang gagah. Ia bersikeras ingin belajar berkuda ke arah hutan di pinggiran Batavia.


"Tidak, Renjana. Berkuda di abad ini bukan perkara rekreasi yang aman seperti di zamanmu," tolak Wira tegas saat mereka mengobrol di paviliun sehari sebelumnya. "Kuda-kuda militer di sini liar dan medannya berbahaya bagi wanita bangsawan."


Namun, Renjana tetaplah Renjana. Sifat keras kepala aktris modern itu tidak bisa dibendung. Pagi ini, saat Wira sedang tenggelam dalam tumpukan dokumen taktis di ruang kerjanya karena tugas militer Weltevreden yang sedang padat-padatnya, Renjana nekat melangkah ke area kandang kuda militer di halaman samping.


Ia menghampiri seorang prajurit KNIL muda berpangkat kopral yang sedang memberi makan kuda. Dengan pesona dan rayuannya, Renjana membujuk, "Kopral, tolong ajari aku naik kuda hari ini, ya? Sebentar saja. Kapten Wira sedang sibuk, jadi kamu saja yang menuntunku."


Prajurit muda itu langsung gugup, wajahnya memerah ditatap sedekat itu oleh putri Jenderal. Terpesona sekaligus takut bersikap tidak sopan, sang kopral akhirnya setuju. Ia menuntun sebuah kuda cokelat pelana dan membantu Renjana menaiki punggung kuda tersebut di lapangan latihan.


Dari jendela lantai dua ruang kerjanya, pendengaran tajam Wira menangkap suara tawa renyah Renjana yang bercampur dengan ringkikan kuda. Ketika ia mendongak dan menatap ke luar jendela, sepasang mata elangnya seketika menajam.


Lihat selengkapnya