Captain Wira:1843

Indah Leony Suwarno
Chapter #28

28: Setelah Kelas Tenun

Keesokan harinya, kecanggungan yang manis menyelimuti paviliun. Meski Renjana masih harus mengikuti kelas tenun di rumah utama atas perintah ayahnya yang kian curiga, hari ini suasananya terasa sangat berbeda. Kapten Wira Baskara, yang biasanya langsung kembali ke markas besar Waterlooplein setelah patroli, kini justru terlihat berdiri diam di koridor luar ruang tenun.


Dengan seragam dinasnya yang rapi, Wira bersandar pada pilar kayu, melipat tangan di dada sembari sabar menunggu kelas Renjana selesai selama berjam-jam. Beberapa wanita bangsawan yang keluar dari ruangan sempat mencuri pandang pada perwira tampan itu, namun sepasang mata elangnya hanya tertuju pada satu pintu; menanti gadis masa depannya keluar.


Begitu Renjana melangkah ke ambang pintu, matanya berbinar melihat Wira yang sudah menunggunya. Wira menegakkan tubuhnya, berdeham kaku membuang rasa canggung sisa semalam, lalu melangkah di sisi Renjana. Mereka berjalan pulang menuju paviliun belakang, bersisian dengan jarak yang sangat dekat di bawah naungan pohon-pohon kenari yang rindang.


Untuk mencairkan atmosfer yang mendadak sunyi karena detak jantung mereka yang kembali berdegup cepat, Renjana memutuskan untuk membuka obrolan santai.


"Wira, tahu tidak? Di zamanku, pria ideal itu tidak sekaku kamu," kata Renjana memulai percakapan, melirik Wira dari sudut matanya. "Mantan kekasihku dulu di abad dua puluh satu, misalnya. Dia itu sangat modis, selalu mengirim pesan-pesan manis lewat ponsel setiap jam, dan gayanya persis seperti aktor film terkenal."

Lihat selengkapnya