Captain Wira:1843

Indah Leony Suwarno
Chapter #35

35: Tertarik ke Masa Depan

Di koridor putih Groot Militair Hospitaal Weltevreden, kepanikan melanda para tabib militer. Wira langsung dilarikan ke ruang operasi darurat demi mengeluarkan timah panas yang bersarang di dekat jantungnya. Di bangsal terpisah, Renjana berbaring dengan kesadaran yang perlahan menipis—bukan karena sisa obat bius, melainkan karena jiwanya dari abad ke-21 perlahan-lahan mulai ditarik paksa kembali ke linimasa asalnya.


Efek kupu-kupu dari perubahan sejarah menuntut bayaran yang setimpal.


Dalam catatan sejarah yang asli, Renjana masa lalu dan Kapten Wira seharusnya tewas bersama di gedung tua itu akibat ledakan mesiu. Namun, karena Renjana dari masa depan menggunakan pengetahuannya untuk mengubah rute dan taktik, garis takdir bergeser secara radikal. Nyawa Wira ditukar oleh gugurnya sang sahabat karib, Letnan Pandu.


Sementara itu, bagaimana dengan nasib Renjana yang asli dari masa lalu?


Tepat di saat yang sama ketika peluru menembus punggung Wira di tahun 1843, di abad ke-21, Renjana asli dari masa lalu—yang entah bagaimana jiwanya tertukar dan terlempar ke masa depan—sedang berjalan linglung di tepi jalan raya modern bersama ibu kandung Renjana. Gadis masa lalu itu syok dan ketakutan melihat deretan mobil dan teknologi abad ke-21 yang asing baginya. Saat ia kehilangan fokus dan melangkah panik ke tengah jalan, sebuah truk besar melaju kencang tanpa sempat menginjak rem.


Brak!


Renjana masa lalu tewas seketika di tempat akibat kecelakaan tragis tersebut, tepat di depan mata ibu Renjana yang menjerit histeris. Kematian jasmani di masa depan itulah yang menjadi pemicu mutlak bagi jiwa Renjana masa depan untuk tersentak bangun dan ditarik kembali ke garis waktunya sendiri.

Lihat selengkapnya