Captain Wira:1843

Indah Leony Suwarno
Chapter #41

41: Jakarta, 2026



Keesokan paginya, langit Jakarta benderang bersih tanpa menyisakan sisa-sisa melankolis malam sebelumnya. Renjana melangkah memasuki lobi gedung produksi film megah dengan hati yang jauh lebih lapang. Hari ini adalah hari besar; jadwal penandatanganan kontrak resmi untuk film romantis sejarah terbarunya, I Loved You. Doa yang ia rapalkan di ambang tidur semalam rupanya membekas sebagai ketenangan di dadanya. Renjana sudah mengikhlaskan masa lalu. Wira Baskara telah hidup panjang, dihormati, dan wafat dengan damai. Tugasnya sekarang adalah melanjutkan hidup dan mengabadikan kisah kesetiaannya lewat seni aktingnya.


"Renjana, sebelah sini! Produser dan sutradara sudah menunggu di dalam ruang rapat utama," panggil Mbak Sari penuh semangat, melambaikan tangannya dari ambang pintu kaca.


Renjana tersenyum tipis, merapikan sedikit blazer kasual modernnya, lalu melangkah masuk. Di dalam ruangan, aroma kopi premium dan pendingin ruangan yang sejuk menyambutnya, menerpa lembut wajahnya. Setelah menyapa jajaran produser dan menandatangani berkas kontrak tebal di atas meja, sang Sutradara menatapnya dengan binar mata yang penuh rahasia.


"Nah, Renjana. Sesuai janji saya kemarin, hari ini saya akan mengenalkan aktor utama pria yang akan menjadi lawan mainmu," ucap Sutradara sembari tersenyum lebar. "Kami melakukan audisi seleksi yang luar biasa ketat selama sebulan penuh. Dan anak muda ini berhasil menyingkirkan ratusan aktor senior karena ia memiliki penjiwaan karakter perwira abad kesembilan belas yang sangat alami dan magis. Masuk, silakan!"


Pintu ruang rapat perlahan terbuka.


Derap langkah kakinya terdengar tegas di atas lantai, entah mengapa getarannya terasa begitu familier di indra pendengaran Renjana. Ia mendongak, memalingkan wajahnya ke arah pintu.


Lihat selengkapnya