Cascade

Rio Bagusta Andriyanto
Chapter #1

Prolog

Di bawah gemuruh air terjun itu, Pramana melamar Erni. Ayahku berlutut, menyodorkan sebuah cincin emas berhiaskan berlian berkilau di hadapan ibuku. Semua orang yang menyaksikan bersorak riuh, mengira mereka sedang menonton adegan romantis dari sebuah momen impian.

Namun, ada satu hal yang tidak mereka ketahui. Ibuku tidak pernah mencintai Ayah.

Erni—gadis tujuh belas tahun yang kala itu masih ingin bersekolah, masih ingin bekerja, dan merajut mimpi-mimpinya—hanya terjebak oleh kemewahan barang-barang pemberian Ayah. Ditambah desakan kolot dari orang tuanya, Ibu akhirnya menyerah. Dia menerima lamaran itu, berharap harta melimpah dari keluarga Ayah bisa menukar kebahagiaan yang direnggut darinya.

Sialnya, ilusi itu hanya bertahan selama tiga belas tahun.

Rumah kami yang dulunya hangat perlahan-lahan runtuh saat toko milik Ayah bangkrut dan terpaksa dijual demi menutupi kebutuhan. Ibu yang dulunya berhati lembut akhirnya membanting setir menjadi seorang rentenir yang kejam. Akibatnya, orang-orang yang berutang mulai berlarian, dan kondisi keluarga kami terjun bebas ke titik terendah.

Malam itu, di dalam rumah yang mulai terasa asing, sebuah hantaman keras di meja memecah keheningan. Ayah—pria yang biasanya diam dan tidak pernah berteriak—baru saja pulang kerja dengan wajah gusar. Dia murka mendengar kabar bahwa uang kami dibawa kabur oleh nasabah Ibu.

Lihat selengkapnya