Catatan Eri : berjalan menuju cahaya

Za Zlyn
Chapter #7

7. Kebohongan

Kharis. Seonggok nama yang jarang diperhatikan kebanyakan orang. Bahkan untuk Eri sebelum ini. Kharis sebenarnya tipe yang cukup mudah bergaul. Tapi ia tipe yang bisa ditemui dimana saja. Tidak mencolok, juga bukan tipe outliers yang menonjol meski nilai pelajarannya cukup tinggi hingga tidak pernah tersiksa remidi. Tipe yang sedikit teracuhkan dan seringnya tidak menarik perhatian. Intinya, ia masuk golongan sebagian besar manusia biasa. Mungkin, karena ia hanya memilih untuk mempunyai teman pada kumparan orang-orang tertentu saja.

Suara bel melengking ke sepenjuru tiap-tiap ruang kelas. Anak-anak segera bergerak cepat menuju tempat duduk masing-masing. Eri memandang sekilas ke sepenjuru kelasnya, semua anak hadir di tempat. Tanpa nihil satu pun.

Di depan sana, guru mulai menerangkan apapun yang terkandung dalam pembelajaran. Membuat otak beberapa anak berputar kencang seirama dengan penjelasan guru. Sedangkan, Eri sedikit banyaknya harus meniti tiap catatannya agar bisa menangkap keterangan yang disajikan.

"... dan begitulah. Alasan kenapa benua Afrika mendapat julukan sebagai benua hitam," terang pak guru. "Selain itu keunikan yang dimiliki benua ini adalah padang Sahara yang luasnya melebihi luas benua Australia. Bisa kalian bayangkan itu. Bagaimana rasanya tersesat di tengah padang sahara..."

Eri menoleh kembali ke catatannya. Terus mencocokkan dan membandingkan dengan keterangan guru. Baru setelah itu ia sedikit memahami apa yang dijelaskan padanya.

"Baiklah anak-anak. Ini waktunya tugas. Berkelompok dua orang. Dua orang untuk membuat..." instruksi pak guru.

Waktu bergulir begitu saja dan di hadapan Eri telah duduk anak berkuncir dua. Anak terpintar di kelas ini. Ralat, mungkin tepatnya di sekolah ini. Salsa, gadis dengan rambut yang sedikit kemerahan.

"Tiga puluh juta kilometer persegi. Mau menggunakan skala apa? Kertas yang seberapa besar?" Eri bertanya.

"Mungkin ada bagusnya kertas A3, saja. Akan cukup simpel. Tapi jujur, Eri, aku ingin lebih menantang. Kita gunakan bahasa Inggris dan tambahkan beberapa keterangan di kertas itu. Dengan gambar-gambar di sampingnya juga," ucap Salsa tampak bersemangat sekali.

Eri mengangguk mengerti. Sekarang ia juga mengerti kenapa Salsa begitu sulit untuk digoyahkan dalam peperangan rangking sekolah.

"Aku mau pergi ke fotokopian dulu, ya. Kau tunggu saja di sini. Mila! Kau akan pergi untuk memfotokopi juga, kan," ucap Salsa berlalu menuju Mila yang memiliki sepeda.

Lihat selengkapnya