Angin kembali menerpa wajah Eri ketika ia berangkat menuju sekolah. Selain itu, arak-arakan awan di angkasa menguasai penjuru langit. Musim hujan memang selalu tampak suram.
Sambil agak berlari karena hujan biasanya akan mengganggu bahkan menghancurkan radarnya. Eri terus memindai daratan yang ia tapaki. Ia tidak tertarik bertemu orang. Ia ingin sendiri dan bebas. Orang-orang hanya akan menjadi penghalang baginya.
Tiba di sekolah, Eri segera menapaki tangga yang sepi. Ketika tiba di kelas, rupanya sudah ada orang yang kini tengah terduduk di kelas sembari merebahkan kepalanya di meja.
AKU TIDAK INGIN JADI BAGIAN DARI NERAKA INI!!!
Melihat keadaan orang itu, Eri menghembuskan napas berat. Tampaknya Kharis belum berdamai dengan kehidupannya. Teriakannya waktu itu juga masih jelas di benak Eri.
"Kau tidak berangkat dengan Erni lagi?" pertanyaan itu muncul. Membuat Eri tersentak dan langsung mundur ke belakang.
Kharis mengangkat kepalanya. "Akhir-akhir ini kau tidak bersama Erni lagi. Atau siapapun."
"Ke...KENAPA KAU BISA TAHU INI AKU?! Kupikir kau tertidur."
Kharis menggoyang-goyangkan jari telunjuknya. "Mudah, nyanyian dari langkah kakimu," jawab Kharis mengacuhkan pertanyaan satunya lagi.
Eri memandang kakinya... "Maksudmu irama?"
"Kau terlalu banyak bertanya, mata biru. Balas dulu pertanyaan awalku tadi."
"Untuk apa?! Kenapa kau ingin tahu. Kau bahkan tak menjawab semua soalku."
"Karena aku pengamat diam-diam. Jadinya aku begitu ingin tahu tentangmu, Eri. Hampir segala sesuatu tentangmu telah diketahui. Jika kau ingin tahu."
"DASAR PENGUNTIT! KAU MEMANG PENGHALANG."
"Penghalang? Maksudmu...?"
"Keberadaanmu hanya mengganggu keleluasaanku! Begitu merepotkan!"ucap Eri.
Kharis mengernyitkan dahinya. "Aku tak mengerti."
Eri berdecak. "Kau sendiri pernah berkata seperti itu saat perkemahan. Kau juga pasti sudah membaca bab pertama novel Air, kan. Tokoh aku juga tidak berdaya saat ada banyak orang."
Kharis terdiam sejenak. "Kau belum membaca bab dua, ya?"
"A...apa? Bagaimana kau tahu? Aku tak menyangka level penguntitmu begitu tinggi—"