Catatan Harian Budak Korporat

Oleh: cahyo laras

Blurb

Di mata HRD, mereka berdua adalah budak perusahaan. Di mata para mafia, mereka adalah mimpi buruk yang tak bisa dihentikan.

Kenalkan Aryo Baskara. Kasta terendah di kantor. Profesi: Office Boy. Gaji: Mungil, yang diakhir bulan hanya bisa makan nasi-kecap. Keahlian utama (kelihatannya): Menyeduh kopi, mengepel lantai pantry, dan memendam cinta dalam diam pada staf marketing paling galak seantero gedung.

Namanya Devi Leona. Putri konglomerat yang memilih menjadi budak korporat biasa. Sumbu pendek, anti-romansa, dan musuh bebuyutan rumus VLOOKUP Excel.

Namun, mereka sering terlibat bayang-bayang konspirasi, sindikat pembunuh bayaran, hingga kartel mafia mulai mengincar nyawa mereka dan orang-orang terdekat, topeng kepolosan itu terpaksa dilepas.

Aryo bukanlah OB biasa. Dia adalah Strategist dan Saboteur jenius yang melihat dunia sebagai papan catur; mampu meretas sistem keamanan tingkat tinggi, meracik bom dari alat kebersihan, dan menumbangkan bos mafia hanya bermodal hukum fisika. Dan Devi? Di balik sepatu stiletto dan blazer murahnya, dia adalah Valkyrie berdarah dingin, petarung brutal yang bisa membantai satu peleton pasukan elit tanpa berkedip.

Berdua, kombinasi "Otak dan Otot" ini terseret ke dalam pusaran aksi mematikan. Mulai dari membajak kapal kargo di Natuna, baku tembak di Cileungsi, konspirasi triliunan rupiah di menara kaca ibu kota, dan banyak lagi

Tapi bagi Aryo, meruntuhkan sindikat kejahatan global ternyata jauh lebih mudah daripada meruntuhkan gengsi Devi yang Tsundere stadium akhir. Dan bagi Devi, mematahkan leher tentara bayaran terasa lebih masuk akal daripada mengakui bahwa jantungnya mulai berdebar untuk cowok berpomade murah yang selalu siap mati untuknya.

Aksi sabotase, Strategi, adu bacot korporat, ledakan epik, dan konspirasi kelas kakap. Selamat datang di cerita di mana peluru bisa dihindari, tapi omelan gebetan dan restu mertua adalah ancaman maut yang sebenarnya!

Lihat selengkapnya