Catatan merah Binar

Mentari sendja
Chapter #1

#1


"Saya terima nikah dan kawinnya Danisah binti Sumardi dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!"

"Sah!"

Doa-doa dipanjatkan dengan khidmat. Rasa syukur meluap pagi itu. Orang-orang saling merengkuh memberi ucapan selamat atas pernikahan dua insan yang berbahagia itu. Lain dari suasana haru penuh suka cita. Gadis berambut panjang justru duduk dengan tatapan kosong. Menatap sang Ibu yang kini telah resmi menjadi seorang istri.

Ia Binar, usianya baru menginjak 12 tahun satu minggu yang lalu. Hari ini ia menemani Ibu nya menjalankan prosesi akad nikah. Iya Ibunya, setelah Sepuluh tahun menyandang status sebagai janda karena suaminya- ayah Binar meninggalkan anak istrinya ketika Binar berusia dua tahun.

Binar tidak pernah menyangka ada di hari ini, dimana ia menyaksikan pernikahan Ibunya. Sejak semalam ia banyak melamun, perasaannya bercabang sulit untuk dijelaskan. Binar menatap Ibunya yang tengah bertukar cincin dengan suaminya, - ayah sambung Binar. Ibunya tampak berseri-seri , tersenyum ramah pada siapapun bahkan sejak sebelum acara dimulai. 

"Cantik sekali" batin Binar.

"Nak!"

Lihat selengkapnya