Catatan merah Binar

Mentari sendja
Chapter #2

#2

"Ibu Binar menikah teman-teman!"

Binar terjengit kaget, saat memasuki ruang kelas salah satu temannya yang duduk di pojok kelas mengatakan hal itu dengan lantang. Namanya Cika, teman sekelas Binar yang terkenal paling cerewet dan usil. Cika merupakan tetangga desa Binar, rumah Cika berada di seberang desa Binar.

"Binar punya ayah baru!"

"Selamat ya Binar!"

Binar semakin panik saat temannya yang lain bereaksi membalas sahutan Cika. Nyali Binar ciut, ia menggenggam tali tasnya dengan kuat. Ia tidak ingin membalas ucapan yang dilontarkan oleh teman-temannya itu. Binar memilih duduk dibangku nya yang berada di ututan paling depan, sisi jendela.

Sebenarnya Binar tidak begitu kaget ketika Cika mengatakan hal itu dan memberi tahu teman-teman mereka. Tentu saja hal tersebut sudah dapat Binar prediksi. Berita tidak penting semacam gosip di lingkungan rumahnya selalu cepat tersebar luas. Entah siapa pelaku yang suka sekali menyebar luaskan hal itu. Semoga saja tidak ada hal yang ditambahkan dalam berita itu.

"Binar kamu hampir telat, untung saja Pak Johan belum datang."

Binar berbalik badan dan mendapati Rosa yang sudah duduk di sebelahnya. Entah dari mana teman sebangkunya itu. Karena saat Binar datang, Rosa tidak Ada di tempatnya.

"Iya Rosa untung saja."

"Bin, yang tadi Cika bilang itu benar?"

Binar mengerjapkan matanya, bingung harus menjawab apa atas pertanyaan Rosa. "Hm...iya Rosa itu benar."

"Wah selamat ya Binar! Kamu pasti senang, bisa diantar jemput sama ayah kamu kayak teman-teman lainnya," Ujar Rosa dengan wajah sumringah.

Lihat selengkapnya