CATATAN MIMPI

ichwan susandi
Chapter #1

Gerbang Utama Alam Mimpi

"Aku ingin kau mencatatnya sebagai jurnal bayang atau Catatan Mimpi, karena bagiku cerita ini adalah mungkin suatu anugerah untuk diriku". 

"Dimana semua kejadian yang telah aku alami terjadi begitu sangat cepat, begitu nyata dan begitu lama", 

"Detail bayangnya pun masih melekat pada retina otakku, hingga semua detail dimensi brutal yang kualami begitu nyata, indah juga penuh dengan misteri", 

"Itulah mengapa aku meminta bantuanmu untuk mencatatnya Marni"

"Iya pak !" jawab marni, 

"Tapi pesan dokter bapak tidak boleh banyak berpikir pak !" tegas Marni 

" Aku tak ingin cerita ini terlupakan dan dilupakan begitu saja, Marni !" 

"Aku sangat berharap cerita mimpi ini adalah sebuah karya dipenghujung sakitku". 

 "Iya pak" Marni menjawab sambil menundukan kepalanya 

"Jangan khawatir Marni, Hari ini aku merasa sangat sehat, walaupun aku masih berada di ruang rawat inap dan terbaring ditempat tidur hidrolik yang empuk juga nyaman"


~Tempat tidur ini menciptakan 1001 kegelisahan, selang-selang yang menghiasi wajahku menutup pandanganku terhadapmu, waktuku yang semakin hari semakin menipis, menjadikan aku seperti lilin kecil diatas perahu kayu penangkap ikan, hiasan kabel yang melekat ditubuhku penuh dengan warna, ini semua mengingatkanku pada momen hari raya idul fitri, dimana disetiap jalanannya dihiasi oleh hiasan-hiasan penuh warna, detak jantungku kuibaratkan sebagai beduk hari raya, yang keesokannya tidak ditabuh lagi, karena para penabuh itu terlalu sibuk untuk bersilaturahmi dan bermaaf-maafan, iramanya tergantung keadaan hati, lengan kiri dan kananku yang penuh dengan tusukan jarum infus kukhiaskan juga sebagai tusukan awal membelah ketupat.~


kemudian Pak Barli menarik nafas panjang dan tersenyum, 

"Hihihi.. aku jadi melantur yaa Mar ?" ... 

 "Iya Pak !! Apa tidak sebaiknya bapak istirahat saja ?" ... tanya marni 

" Ambil segera bukumu Marni, dan siapkan alat tulis, matikan lampu sial itu, karena terang itulah yang telah membangunkan aku saat bermimpi, dan biarkan lampu tidur yang redup itu tetap menyala" 

"Iya pak !" jawab Marni,...

"apakah semua obat bapak sudah diminum ?" tanya Marni kepada pak Barli

"13 jenis macam obat, kapsul, tablet dan kaplet sudah aku minum ... infuskupun masih terjaga, hanya jiwaku saja yang terikat diruang bedebah ini, aku sudah tidak sanggup lagi bila berlama lama diruang ini, karena ruang ini mencakar nuraniku yang gundah, dan sejak awal ruang ini sudah mengiris sedikit demi sedikit mutlaknya sebuah keyakinanku".

"Iya pak !" jawab Marni 

"Baiklah, mulailah kamu mencatat !, aku akan menceritakan semua secara detail dan beruruttan"

 "Iya pak !" jawab Marni

Berawal di saat aku mengalami koma selama 1 minggu, dimana pada saat itu aku mengalami serangan jantung. 

"Disinilah awal mula cerita semua ini terjadi",

"Saat aku tak sadarkan diri, dan disaat itu aku bermimpi dengan sangat jelas dan begitu sangat nyata, Di mimpi itu aku berusaha membuka mataku secara perlahan, sungguh terasa berat saat itu" 

"Hanya untuk membuka mata saja, rasa ketakutan dan kegelisahan membuat kekhawatiranku saat itu sangat tidak menentu"

"Semakin meluas hingga tak sampai mata jauh memandang, aku berusaha mengingat ingat apa yang sedang terjadi denganku, tetapi tak ada yang bisa kuingat, aku berusaha untuk segera mengetahuinya", 

Lihat selengkapnya