Sesampai kami dimulut gerbang utama alam mimpi kami disambut oleh bayangan hitam, 3 penari mimpi yang menari dengan indahnya, lekukaan badannya lentur gemulai seperti lidah para penyair yang kesepian dan lentik jari jemarinya seperti ujung ranting pohon yang terkena angin disore hari, bayangnya dibiaskan oleh rasa trauma bercinta
Disaat itu juga Carla mengingatkanku untuk tidak menyapa 3 penari mimpi itu.
Tak ada penjelasan dari Carla sedikitpun tentang larangan itu, dan aku hanya menurut saja

Sungguh indah alam mimpi yang terlihat di depan pandanganku, suasananya redup senja tidak gelap dan tidak terang, hawanyapun menyejukan jiwa, namun perlahan sedikit demi sedikit tubuhku berubah menjadi sekumpulan jutaan partikel bulatan yang saling tarik menarik dan menyatu,
Aku menyentuh tubuhku, kurasakan ringannya seperti udara yang kosong, dan terasa tubuhku menyatu dengan alam dimimpi itu,
Aku tersenyum kecut dengan keanehan itu semua, tetapi aku sangat bahagia disaat itu
"Ketahuilah Barli sebelum kita masuk kedalam gerbang utama alam mimpi, kita berada diperbatasan alam mimpi dengan alam nyata yang sangat dalam atau biasa disebut dengan Deep Theta", tegas Carla kepada Barli
"Dimana makhluk manusia sepertimu tak bisa berlama-lama berada disemesta alam Deep Theta, karena itu dapat menghilangkan kesadaranmu baik itu di alam mimpi maupun di alam nyata yang berdampak hilang ingatan bahkan menyebabkan kematian".
Setelah carla menjelaskannya, terlihat sebuah bola raksaksa yang sangat besar di kejauhan,
Aku bertanya keheranan kepada carla, "apa itu carla ?" ...
"Itu adalah matahari alam mimpi barli !" jawab Carla,
"Ia terbit kapan ia berkeinginan untuk terbit, dan biasanya bila matahari itu berkeinginan untuk terbit, maka terjadi sesuatu moment yang sakral dan berkah, akupun tidak tahu Barli, apakah ini ada sangkutanya kedatangan mu di alam mimpi ini ?"
"Ooooooo begitu yaaa ??" .....tanyaku kepada Carla
~Matahari alam mimpi itu bentuknya bulat besar, cahayanya tak menyilaukan dan tidak terlalu teduh, sinarnya damai berwibawa, pancarannya seperti kerumunan tentakel gurita yang kegelisahannya mencapai puncak tertinggi.~
----------------------------------------------------------------------------------------------
"Pak... pak!! Bangun pak !!!, ...saatnya minum obat",
Suster rumah sakit yang membangunkanku dari tidurku,
"Malam ini bapak harus minum obat dan ambil darah !" seru Suster kepada pak Barli,
Antara sadar dan tidak sadar aku membuka mataku, pandanganku hanya tertuju pada Suster yang membangunkanku,.... ternyata saat aku bercerita ke Marni, aku ketiduran ... saat itu juga aku bertanya kepada Suster yang memberiku obat,
"Kemana Marni ??" tanyaku ...
Suster itu tersenyum dan menjawab, "Kalau bapak minum obatnya nanti Marni pasti akan kembali,.. mungkin ia sedang membeli makanan pak" ....
Suster itupun dengan rasa penasarannya bertanya kepada pak Barli,
"Marni itu siapa pak ? .. apakah ia anak bapak ?" ....
"Bukan!!, Marni itu bukan anak saya, Marni adalah suruhan anak saya untuk menjaga saya disaat saya sakit di rumah sakit ini"... Suster itu tersenyum kembali,...
"Oooo saya pikir Marni anak bapak ? ternyata bukan yaaa"... setelah selesai ia pun berpamitan kepada ku
"Sudah ya pak !...Suster mau periksa pasien lainnya , Cepat sembuh ya pak Barli ... Selang oksigennya jangan dilepas ya pak"
"iya iya" jawabku,...
"Nanti kalau bapak bertemu dengan Marni lagi, Salamkan salam saya kepada Marni ya pak,... bilang sama Marni kalau bapak harus banyak istirahat"...
"Iya Suster,... terima kasih Suster", jawabku
. Kelang beberapa menit Marni kembali dan duduk disebelahku ,
"Dari mana kamu Marni ?" ...Tanyaku
"Aku duduk-duduk ditaman depan pak" jawab Marni,
"Ini sudah malam Marni .. apa kamu tidak takut dengan kegelapan?",
Marnipun menjawab dengan "senyuman"
"Apakah bisa dilanjutkan ceritaku Marni ? ... sepertinya aku sudah jauh lebih baik setelah minum obat",
"Terusi besok saja pak !,... pesan Suster tadi bapak harus banyak istirahat agar cepat sembuh"
"Begitu yaaa Mar ?" ...
"Iya pak!" jawab Marni
"Kalau begitu tolong siapkan peralatan sholat, aku ingin sholat malam dengan cara berbaring, siapkan juga baju yang bersih"...
"Baik pak !" jawab Marni
"Dan tetaplah kamu disini Marni ... bila kamu sudah lelah, tidurlah di tempat tidur pasien sebelah yang masih kosong."
"Iya pak",. Jawab Marni,
Selesai pak Barli mengerjakan sholat malam ia menoleh ke tempat tidur Marni yang berada disebelahnya,
"Marni" ....
"Iya pak" ....
"Berapa umurmu sekarang ?" tanyaku,
"Bulan november nanti genap umurku 26 tahun pak !",...
"Umurmu sama dengan umur anakku yang bungsu, sewaktu kecilnya anak-anakku suka sekali mendengarkan cerita dongeng yang aku karang sendiri ceritanya, sementara anakku yang bungsu selalu tidur paling akhir diantara kakak-kakaknya, ia selalu menyimak cerita dongengku sampai berakhir".
"Marni !!.., sepertinya aku sudah mengantuk tapi"
"Pikiranku terus ingin bercerita tentang mimpi itu"
"Besok saja pak ceritanya, besok jam 8 malam marni kesini lagi"
"Oooo iya iya ... kalau begitu aku tidur duluan yaaa Mar" ...
"Iya pak !" ... jawab Marni