CATATAN MIMPI

ichwan susandi
Chapter #3

Pertemuan Carla dengan Binibani (raja sihir)

Kemudian Marni menulis dan menyimak semua cerita dari pak Barli

-----------------------------------------------------------------------------------------

Setelah kami berada tepat di depan kedai dihutan mimpi, disana banyak sekali terlihat olehku makhluk- makhluk yang aneh dan menyeramkan, aku tak dapat menjelaskannya, 

Dimana saat kami hendak masuk pintu kedai itu tiba-tiba kami dihadang oleh makhluk yang berwujud Wanita Tua Keriput yang renta dan buruk rupanya, diselah selah giginya terselip taring besi yang berkarat dan mengeluarkan bau yang tak sedap, kemudian ia bertanya kepada kami,

"Di kedai ini akan diadakan pertemuan para penyihir, apakah kalian bisa menunjukan undangan yang sudah kami bagikan ?" tanya Wanita Tua Kriput itu 

Aku yang kebingungan menoleh ke Carla, Kemudian Carla menatap nenek tua penyihir itu dan bertanya, 

“Apakah kamu yang bernama “Kandriabi” ???  

Terkejut penyihir tua itu mendengar pertanyaan Carla menyebut namanya ?

“Bagaimana kau bisa tahu namaku yang sudah aku lupakan 300 tahun lamanya,....Siapa Kamu ? tanya penyihir tua itu” . 

“Aku mengenal pimpinananmu ... katakan pada pemimpinmu, aku Carla hanya ingin singgah di kedai ini” 

Dengan rasa penuh takut Nenek itu menjawab pertanyaan Carla, 

“Sebentar jawab Nenek tua penyihir itu, aku akan tanyakan kepada pimpinan kami”, ... 

Penyihir tua itu kemudian melakukan sebuah ritual yang aku tidak aku mengerti, bibirnya berkomat kamit dan matanya terpejam sepertinya ia sedang membacakan mantra dan sedang berkomunikasi dengan pimpinannya, .... 

Setelah selesai dari ritualnya ... penyihir tua itu mempersilahkan kami masuk di kedai yang akan dibuat acara perkumpulan para penyihir, ia mempersilahkan kami masuk ke kedai itu

“Saya sudah berkomunikasi dengan pimpinan kami” tegas Nenek tua 

“Kalian dipersilahkan masuk, dan tidak perlu memakai undangan yang sudah kami bagiakan jauh-jauh hari” 

Kemudian kami masuk dari pintu depan kedai itu, Aku dan Carla berjalan penuh dengan kewaspadaan dan memperhatikan para tamu tamu yang sudah menunggu acara dimulai, hingga kami mendapatkan tempat duduk paling belakang.  

Para tamu semua memperhatikan kedatangan kami, Terlihat salah satu makhluk yang sepertinya ia berasal dari alam nyata, dandanannya seperti tokoh agama di dunia nyata, memakai pici hitam dan sorban di lehernya, ia sedang bersama seorang wanita separuh baya yang sedang bersedih, wanita itu menyerahkan beberapa bungkusan, diantaranya ada sebuah foto berwarna dan robekan kain hitam yang kotor oleh tanah merah, aku bertanya kepada Carla ... 

“Carla siapakah orang itu ?”

Kemudian Carla menjelaskan, bahwa laki laki pendek yang terlihat baik itu adalah seorang dukun atau penyihir dari alam nyata yang ucapannya selalu mengandung dusta dan fitnah, di alam mimpi orang yang seperti ini sangat tidak disukai karena ia bersekutu dengan para iblis terutama Iblis pencuri berita takdir di alam theta, orang ini pandai berkata-kata dan terkadang cerdas dalam penyampaiaan kebenaran, namun dibalik itu menyesatkan, 

“ya aku tahu itu!!” jawabkui

“Menurutku dia adalah dukun yang berkedok agama !!, berpakaian layaknya seperti seorang kyai, ustadz, ataupun tokoh agama“ tegasku

Benar Barli !! , jawab Carla

“Apakah kamu tahu ciri-ciri praktik mereka ?” tanya Carla

“Aku tidak tahu Carla !! jawabku dengan berharap Carla memberitahuku,

Lalu Carla menjelaskan :

“Orang itu biasanya akan menanyakan nama pasien dan nama ibunya, biasanya ditanyakan pula weton/hari kelahiran lengkap dengan pasangannya contoh Jum’at Kliwon, atau Kamis Wage dll” 

“Biasanya orang itu meminta benda yang mengandung jejak pasien seperti pecinya, sapu tangan, bajunya dll”

“Terkadang ia meminta jenis hewan dengan kriteria tertentu biasanya ayam cemani yaitu ayam dengan warna kulit serba hitam untuk disembelih dengan tanpa menyebut nama MAHA SEGALA. Kadang darahnya dilumurkan pada bagian tubuh yang sakit, atau kadang dibuang dilokasi tertentu”.

“Mahir sekali menulis rajah-rajah”

“Ia membaca mantra atau rajah yang tidak difahami maknanya”.

“Dia akan memberi pada pasien kantung berisi tulisan atau nomor-nomor atau simbol-simbol”

“Memerintahkan pasien untuk menyendiri di kamar tertutup yang tidak terkena sinar matahari dalam jangka waktu tertentu, bisa disebut Patigeni”.

“Meminta pasien agar tidak bersentuhan dengan air selama 40 hari. Ini menunjukkan bahwa makhluk yang dimintai tolong adalah dari bangsa Iblis”

“Memberikan pada pasien benda tertentu yang harus ditanam di dalam tanah”.

“Memberikan pasien kertas untuk dibakar sebagai wewangian”.

“Sebelum ditanya ia akan memberitahu nama pasien dan kesulitan yang sedang dihadapi”.

“Memberi huruf-huruf yang terpotong diberbagai media kemudian menyuruh untuk meminumnya”

“Lalu siapa wanita yang bersama dengannya? tanyaku kepada Carla  

Kemudian Carla menjawab, “ia hanya seorang wanita yang putus asa dan tidak percaya dengan dirinya sendiri”, Meminta bantuan kepada penyihir untuk bisa mengabulkan semua keinginannya, hingga iapun terperangkap oleh permainan para penyihir yang bersekutu dengan para iblis pencuri berita takdir. atau lebih jelasnya perempuan itu rela menjual jiwa demi keinginannya daripada berdoa”.

“Kalau saja aku sedang tidak bersamamu hari ini,....maka akan kubunuh semua makhluk yang berada disini”, dengan nada marah Carla menjelaskan kepadaku

Aku yang ketakutan tak sadar dengkulku bergetar tidak terarah. 

Setelah acara akan dibuka, tiba-tiba dari belakang tempat kami duduk, muncul sesosok makhluk yang menyeramkan, wajah dan tubuhnya dibalut oleh kumpulan kain kafan sementara dipinggangnya terdapat boneka santet yang terbuat dari bahan karung, dan aku yakin kalau ia adalah pimpinan para penyihir  

Dengan nada berat dan wibawa kemudian ia menyapa kami dari belakang .... 

“Selamat datang Carlaaaa .... teman kecilku juga sekalian musuhku..., sedang apa kau disini ? dan mengapa kau menyamar menjadi seekor ubur-ubur ... apakah tidak ada makhluk lain yang bisa kau jadikan untuk penyamaranmu ...??”  

Carla yang tidak membalikan badannya dan juga enggan menatap pimpinaan penyihir itu berbicara kepada pimpinan penyihir itu,

“Apa kabar Binibani ?? penyebar fitnah dari zaman ke zaman, bagaimana kabar tuanmu yang terbelenggu dan menunggu sampai akhir zaman tiba (dajal)” 

Kemudian Binibani menjawab dengan nada marah...

“Tak penting untukmu mengetahuinya!!”  

“Haii!!! ...Binibani aku tak ingin mengganggu acaramu, atau sebaiknya aku pergi saja dari acaramu, karna aku sedang tidak selera membunuhmu dan para pengikutmu, disamping itu aku juga sedang tidak selera untuk bertempur denganmu, karena aku sedang bersama temanku” 

“Hahahahhahaahaaaaah....”. tawa Binibani sambil menahan amarahnya,  

“Jadi inikah temanmu yang sedang menjadi topik pembicaraan diseluruh alam mimpi ?... 

Jangan kau coba sentuh temanku, tersentuh olehmu, kuhancurkan semua yang berada disini termasuk dirimu jawab Carla  

“Sudah lama aku tak melakukan pertempuran !! tegas Binibani, 

Dengan lantang Binibani menantang Carla untuk melakukan perkelahian sampai mati  

Kemudian Carla menggerakan salah satu tentakelnya yang sekejap ruang itu berubah menjadi suasana yang hitam kelam dengan pencahayaan bara api dibawahnya, 

Sepertinya akan terjadi pertempuran besar hari ini, 

Aku yang sedari tadi menyaksikan percakapan itu gemetaran dan dengan cepat menutup mataku dengan kedua tanganku, tiba-tiba aku merasa terduduk diatas bara api, dimana suasananya tercium bau blerang dan bau badan yang hangus dibakar oleh api baunya yang sangat menyengat, Sesekali aku mengintip dari celah celah jariku, kulihat dengan sekejap,

Carla berubah menjadi makhluk yang menyerupai manusia yang sangat cantik, yang mana diatas kepala Carla terdapat sepasang tanduk, rambutnya yang gimbal bergerak gerak seperti ular yang terbuat dari bara api, matanya bersinar biru 

Tanpa basa dan basi, akhirnya Mereka berdua sedang melakukan pertempuran yang amat sengit, gunung gunung yang berada disekitarnya mengeluarkan lahar panas meletus karena tidak tahan menahan energi mereka berdua yang sedang melakukan perkelahian, bola bola api berterbangan dan saling bertabrakan, kilatan petir menerangi ruang itu secara bergantian dan menghasilkan suara yang dapat memecahkan gendang telinga, pasir debunya yang berterbangan mengeluarkan api yang sangat panas

Alam mimpi theta 1 berguncang!!!  

Kelang 3 balikan waktu kosmik ...

Binibani yang terlihat gagah tertunduk didepan Carla, ia menyerah kalah,

Carla yang menggenggam sebilah pedangnya yang menyilaukan, bersiap menebas batang leher Binibani yang tertunduk

Sebelum Carla mengayunkan pedangnya keleher Binibani, Binibani mengangkat tangannya dan berpesan kepada Carla, 

“Kau masih hebat Carla !!!, kehebatanmu seperti ayahmu Bargo, penguasa alam mimpi dikala itu, aku bangga bisa mati oleh pedangmu dan darahku akan berpesan kepada alam Iblis untuk membalaskan dendamku dan aku berpesan juga untuk membunuh ayahmu raja Bargo yang sekarang menjadi tahanan di alam iblis”, 

“Hahahahahaha.....” Binibani tertawa sebelum menghadapi kematiannya  

Setelah itu terdengar suara “BLASSST !!!!”, Carla menebas kepala Binibani, dengan pedangnya yang masih membara, di mana kepala Binibani terpisah dengan badannya, setelah badannya terpisah kepala Binibani berubah menjadi sebuah batu permata yang warnanya sangat merah.  

Setelah itu semesta yang gelap perlahan menjadi terang dan menjadi kedai yang baru saja kami hampiri yang tadinya kedai itu terlihat ramai sekarang menjadi sepi dan tak berpenghuni.  

Carla yang sedang kelelahan menghampiriku ....

“Apa yang baru saja kau lihat Barli ?” .... 

Dengan ketakutan aku menjawab pertanyaan Carla,

“Aku tidak lihat apa-apa Carla”

Kemudian Carla yang berusaha meredamkan amarhanya, menjelaskan semuanya kepadaku,

“Barli... kejadian ini terjadi bukan atas keinginanku semua ini terjadi begitu saja, dan sekarang kamu sudah melihat wujudku yang sebenarnya”

“Apakah dengan kejadian itu semua, kamu menjadi takut kepadaku Barli ??” tanya Carla  

Lihat selengkapnya