CATATAN MIMPI

ichwan susandi
Chapter #4

Boneka Nunik

Disaat aku merebahkan badanku, aku memberanikan diri untuk melihat wajah Carla dengan kondisi saat ia tidak marah, wajahnya sangat cantik terasa juga auranya saat memejamkan matanya dengan wajahnya yang serius dan dipenuhi oleh tekadnya, ia seorang wanita yang kuat juga lembut,

Aku mencoba untuk mengingat-ingat, karena wajah Carla begitu sangat familiar dengan kehidupanku dialam nyata, sepertinya aku merasa pernah mengenal Carla tapi entah dimana aku tak tahu, 

Dengan pertemuan kami yang begitu singkat sepertinya aku mulai menyukai Carla hanya saja aku membatasi diriku karena umurku yang sudah masuk setengah abad dialam nyata, ditambah aku yang sudah sakit sakitan, 

Aku tersenyum dalam hati dan mulai berangan-angan, andai saja Carla seusiaku ... hihihi... aku jadi tersenyum, ah sudahlah sebaiknya aku tidur saja,

"Tetapi bagaimana kalau aku bermimpi dialam mimpi ? 

"sementara sekarang aku berada di alam mimpi, apa iya? aku bisa bermimpi di alam mimpi?" 

Disaat aku berbaring ditengah reumputan savana yang hijau, tiba-tiba terdengar suara dari balik jerami yang lembab dan basah, Suaranya menjinakan sunyi di savana mimpi

Aku mencoba mencari tahu, makhluk apa yang berada dibalik semak itu ?

Aku mencoba memberanikan diri untuk menghampiri asal suara itu .... 

Betapa terkejutnya setelah aku menyingkap ilalang itu ternyata terlihat Boneka Kecil yang terbuat dari bahan karung, boneka itu pun memandang ku diam dengan tatapan yang lugu dan kosong

Kami saling memandang diam, setelah aku perhatikan sepertinya boneka itu tidak membahayakan, 

Kemudian boneka itu tersenyum kepadaku, matanya yang terbuat dari dua buah kancing terlihat aura kesedihan yang sangat mendalam

Kemudian aku menyapa kepada boneka itu ....

"Hai ...kamu siapa ..?" tanyaku

Lalu ia tersenyum ramah membalas sapaku, dengan rasa malu bercampur rasa takut ia berbicara kepadaku ...

"Namaku NUNIK aku adalah boneka yang selalu terikat dipinggang Binibani", sambil tersenyum lucu ia memperkenalkan diri,

"Bukankah kamu pernah melihat aku dan mengenalku ? saat aku terikat dipinggang binibani ?",

Sejenak aku teringat .....

"Ooooo... iya iya aku ingat, kamu adalah boneka santet yang terikat dipinggang Binibani"

"Hihihihi ......iya benar !!!" Nunik yang sambil menggulung-gulungkan rambutnya yang gimbal menjawab

"Sekarang aku sudah terbebas dari kekejaman Binibani, aku yang selalu dijadikan media sihir olehnya, dan sekarang aku bebas, aku ingin mengucapkan terimakasih dengan teman wanitamu yang sudah membebaskan aku dari pengaruh jahat Binibani"

"Tapi temanku sedang tertidur",...

"Siapa tadi namamu ??" tanyaku

"Aku Nuniiik ..... !!!

"Ooooo iya iya ... namamu Nunik" sambil aku tersenyum, ... 

"Aku mendengar namamu mengingatkan aku pada teman kecilku saat aku berada didunia nyata 



"Apakah kamu mau menunggu temanku bangun dari tidurnya ???"

"Iya" aku akan menunggu", jawab Nunik manja

Tiba-tiba Carla membuka sedikit pejaman matanya dengan tenang, dan berbicara kepada kami,

"Aku mendengar percakapan kalian, lirih Carla pelan"

Kemudian Carla mengatakan kepada Nunik,...

"Ya !!! ... Nunik sekarang kamu bebas dan pergilah kemana kamu suka"

"Terima kasih putri Carla karena putri sudah membebaskan aku, apakah aku bisa ikut dengan kalian ?" tanya Nunik

"Karena di alam mimpi ini aku sudah tidak mempunyai siapa-siapa..semua keluargaku dan bangsaku sudah tiada, mereka semua dibunuh oleh kelompok Binbani, dan yang tersisa hanya diriku sendiri dialam mimpi ini", Nunik menjelaskan semuanya kepada Carla sambil menundukan kepalanya karena sedih, Carla hanya menganggukan kepalanya tanda ia menyetujui kalau Nunik ikut diperjalanan kami Kemudian Carla bertanya kepada Nunik ....

"Darimana kamu bisa tahu kalau aku adalah putri Carla ??"

"Aku mendengar semua percakapanmu putri !!!, disaat kamu akan melakukan pertempuran dengan Binibani",

"Sekarang suatu kehormatan bagiku bisa mengenalmu putri Carla, karena dahulu sewaktu aku masih kecil, ibuku selalu menceritakanmu dan juga tentang ayahmu yang bernama raja Bargo, Sambil Nunik membungkukan badannya memberi penghormatan kepada putri Carla.

Kemudian Nunik bercerita tentang Alam mimpi yang sekarang, kepada Carla dan Barli

berbeda dengan sekarang, Dahulu semua wilayah alam mimpi sangatlah makmur, dimana di saat itu alam mimpi dipimpin oleh Raja Bargo ayahku , tapi semenjak hilangnya raja Bargo di dunia mimpi ini, semua berubah sangat kelam dan mencekam

Hampir sebagian Pengikut-pengikut raja Bargo yang setia, sekarang mereka hanya memikirkan dirinya dan keluarganya sendiri, mereka sudah menjadi sekutu Iblis, karena Iblis memanjakan dan mewujudkan semua apa yang mereka inginkan, mereka tak lagi memikirkan rakyat dan bangsa ini,.... 

Keserakahan dimana-mana, tipu daya muslihat sudah menjadi suatu tradisi di alam mimpi, kebenaran disamarkan sementara keburukan di prioritaskan,

Sungguh aku tidak tahu akan seperti apa alam mimpi ini nantinya,... Nunik yang bergumau sambil mengelus elus sobekan bentuk hati yang terjahit di dada sebelah kanannya.

Carla hanya bisa terdiam.... 

Kemudian Carla melemparkan pertanyaan kembali kepada Nunik,...

"Nunik !!! , ...Apakah kau mengenal Hidroda ???" tanya Carla

"Ooo... aku sangat mengenal Paman Hidroda", 

"Paman Hidroda itulah yang dulu menjaga bangsa kami dari setiap ancaman yang membahayakan bangsa kami".

"Apakah kamu bisa memberitahuku dimana Hidroda berada ???" .... tanya Carla

"Maafkan aku putri Carla, terakhir aku melihat paman Hidroda, dimana disaat Binibani dan para prajuritnya menyerang bangsa kami, Paman Hidroda ikut berperang bersama bangsa kami, tetapi saat itu paman Hidroda kalah dalam pertempuran",

"Kemudian paman ditangkap oleh Binibani dan diserahkan kepada iblis generasi 5",

Setelah itu paman Hidroda dipenjarakan dan digantung secara terbalik di lembah Kalratri oleh iblis generasi 5, Yang mana lembah kalratri langitnya dipenuhi oleh awan duri, di kiri dan kanannya ditumbuhi pohon zaqqum, pohon yang hanya tumbuh di dasar neraka, sinarg jingganya mencekam, anginnya yang kering membawa jeritan yang tidak punya mulut, aromanya membuat pernafasan menjadi sesak

"Paman Hidroda menjadi tahanan bersama para bangsa kami yang tersisa disana, namun aku tidak tahu letaknya, dimana lembah itu berada", 

"Dan aku juga tidak tahu kabar mereka semua ?"...

Carla terdiam, dan Carla menatap langit dengan penuh semangat untuk mencari ayahnya yang telah hilang di alam mimpi theta ke 7, Begitupun aku yang juga berantusias untuk bisa bertemu dengan ibuku dialam mimpi ini ....

Kalau begitu , kesinilah kamu Nunik ... Carla memanggil Nunik dengan penuh rasa sayang,...

"Apakah kamu sudah makan ?" ....tanya Carla

"Sudah 10 balikan waktu kosmik aku belum makan", jawab Nunik kepada putri Carla

Kemudian Carla mengambil sesuatu dari sakunya, 

Carla memberikan bungkusan kecil yang terbungkus oleh kain berwarna putih ...

"Nunik makanlah !!!"

Lihat selengkapnya