Kemudian kami semua melanjutkan perjalanan....
Sesampai kami berada diujung savana ... terlihat oleh kami wilayah perkampungan yang terlihat samar, karena terbungkus oleh butiran halus embun
Kami terus mendekat dengan perkampungan itu,... setelah jelas kami melihatnya ternyata itu adalah sebuah "Pasar Mimpi",....
Aku yang merasa senang dimana akhirnya aku bisa melihat sebuah keramaian, ...
Nunik yang kelelahan sedari tadi, ia pun kembali semangat untuk bisa menuju pasar mimpi yang sedikit lagi kami sampai digerbangnya
Sesampai kami digerbang pasar mimpi,...
Terdapat empat makhluk berbadan manusia dan berkepala rusa, sepertinya mereka adalah prajurit yang menjaga keamanan pasar mimpi, kemudian mereka menghadang kamimasuk ke pasar mimpi itu dan bertanya kepada kami bertiga,
"Berhenti !!" sapa para prajurit itu,
"Sepertinya kalian bukan orang sekitar sini, kami baru melihat kalian berada disini,"
"apa tujuan kalian ke pasar mimpi ini ?" tanya prajurit itu tegas,
Carla yang tetap tatapannya ke depan kemudian ia terdiam dan menoleh ke para prajurit itu
Spontan para prajurrit itu menundukan kepalanya, "Putri Carla !!!"
"Maafkan kami putri, kami tidak tahu akan kedatangan putri kesini",
Kemudian Carla bertanya kepada para prajurit itu "dimanakah pimpinan kalian ?" tanya Carla,
Prajurit itu berkata sambil menundukan badannya dan tak berani menatap mata Carla ia menjawab dengan rasa hormat, "pimpinan kami yang mulia Darmus sedang mengikuti rapat dewan alam mimpi di langit abadi",
"Apakah kami perlu menghubungi yang mulia Darmus untuk memberitahu bahwa putri Carla berada di alam mimpi theta 1 ?" tanya mereka,....
Kemudian Carla dengan rendah hati ia menjawab "Tidak perlu !, dan sebaiknya tidak perlu kalian beritahu kedatangan kami "...
"Baiklah putri Carla .... apakah putri Carla butuh pengawalan kami ?" tanya prajurit itu
Carla menjawab "tidak perlu dan terima kasih kalau kalian sudah berbaik hati kepada kami, kami hanya meminta izin untuk masuk ke dalam pasar mimpi ini",
"Apakah kami diperbolehkan untuk memasukinya ??"
"Dengan senang hati putri Carla, silahkan putri memasukinya",
"Baiklah",...
Aku yang sedari tadi melihat kejadian itu keheranan, dan aku bertanya didalam hatiku, besar sekali pengaruh Carla di alam mimpi ini ...
Sementara Nunik terlihat biasa saja sepertinya Nunik sudah mengetahui seberapa besar pengaruh Carla dialam mimpi ini ??
Akhirnya kami memasuki pasar mimpi yang begitu ramai,.. di pasar mimpi itu terdapat makhluk- makhluk yang sangat menyeramkan dan bentuknya sangat aneh bagiku
Sesampainya kami berada di pasar mimpi, para pengunjungnya berjalan datar seperti angin yang bergerak bersamaan dengan embun, suasananya tidak memiliki gravitasi jiwa
Suasananya ramai namun menenangkan sebagaimana kisah mata air yang keluar dari dalam bumi sungguh aku merasakan senang pada saat itu hingga disaat kami berjalan, Kami melihat ada sebuah kios yang menjadi perhatianku, aku sangat tertarik dengan kios yang berada diujung jalan, karena kios itu menjual takdir tentang apa saja
"Carla !! .. aku ingin sekali mengunjungi kios yang menjual takdir diujung jalan ini"
Kemudian Carla menjawab, "kalau begitu mari kita bersama untuk menuju kios itu"
Nunik dengan rasa keingin tahuannya pun turut ikut bersama, menghampiri kios penjual takdir
Sesampai kami didepan kios penjual takdir itu, aku bertanya kepada penjual takdir itu, dengan antusiasnya aku bertanya,
"Pak!! Apakah bapak menjual takdir yang bisa menjadikan aku bermimpi tentang ibuku ?"
Kemudian si penjual takdir itu menjawab dengan ramah kepadaku, "kami tidak menjual takdir yang anda maksud anak muda,... tapi bila anda sangat menginginkannya pergilah ke perbatasan langit takdir dengan langit mimpi, disana terdapat pohon besar yang tumbuh diantara sungai api dan tumbuhan duri air, disana kamu akan bertemu dengan "Pohon Gangga" yang sangat besar, bilamana kau bisa bertemu dengannya katakanlah kalau kau ingin memiliki mimpi bertemu dengan ibumu jawab penjual takdir itu".
Dengan senang, aku mendengar penjelasan dari si penjual takdir itu dan tak lupa aku mengucapkan terima kasih kepadanya
Carla dan Nunik terdiam dan keheranan mendengar permintaan Barli kepada penjual takdir, mereka hanya menatap satu sama lain
"Kenapa kalian memandangku seperti itu?" Tanya Barli kepada Carla dan Nunik,
"Apa ada yang salah dengan permintaanku ?" ,
Nunik kemudian menjawab,.. "tidak ada yang salah Barli, hanya saja dialam mimpi ini jarang sekali bahkan tak pernah ada yang berkeinginan sepertimu" ungkap Nunik kepada Barli
"Oooo gitu yaaa ?" ... aku kebingungan atas penjelasan dari mereka berdua
Akhirnya kami meneruskan perjalanan di pasar mimpi, kami melihat lihat daya tarik pasar mimpi yang menjual berbagai hal yang belum pernah kutemui
Tanpa sengaja aku terkejut karena tak sengaja aku menginjak sesuatu benda yang teriakannya melengking keras ditelingaku, Terinjak olehku bunga liar yang tumbuh subur ditengah tengah trotoar jalan pasar mimpi
Kemudian aku bertanya kepada bunga itu,
"Wahai bunga yang daunnya berwarna biru keemasan, Mengapa kau tumbuh ditengah tengah trotoar jalan pasar mimpi ini ?",