Setelah kejadian semua itu, kami melanjutkan perjalanan kami kembali, Hampir 15 balikan waktu kosmik, kami berjalan meninggalkan pasar mimpi, Carla yang sejak awal terdiam ia selalu menoleh kekiri dan kekanan , sesekali ia menoleh kebelakang,, Aku bertanya kepada Carla
"Mengapa kau begitu gelisah Carla?" tanyaku kepada Carla
Kemudian Carla menjawab,
"Aku merasakan sejak tadi, kita sedang diikuti oleh makhluk yang energinya sangat besar dan kuat, sekarang sebaiknya kita terus berjalan, dan tetap waspada"
"Apakah kita semua terlihat seperti penjahat ?" tanyaku
Carla hanya diam, dan pandangannya tetap lurus kedepan, kami melanjutkan perjalanan menikmati perjalanan
Benar saja apa yang dirasakan Carla, .... ternyata sejak tadi kami diikuti oleh makhluk cahaya, hanya saja makhluk cahaya itu hanya dapat dilihat oleh Carla,
Sedangkan kami semua hanya bisa melihat sinar kecilnya saja
Carla seperti melakukan sebuah perbincangan dengan cahaya itu, kami tak dapat mendengar dan tidak juga melihatnya hanya Carla yang bisa melakukan dan merasakan itu semua, ...
Nunik yang berpegangan tanganku terasa tangannya dingin dan gemetar, Menurut analisaku , Makhluk cahaya itu menghampiri Carla dan menunjukan sebuah sangkar kecil yang terbuat dari emas,, kemudian makhluk cahaya itu membuka sangkarnya, terdengar dari dalam sangkar itu,
" Ayah kami semua sudah datang yaaah,... kenapa ayah masih belum sadarkan diri",
"Kami akan menunggu ayah sampai ayah terbangung dan sadar (hanya Carla yang dapat mendengarnya)
"Slassssh" tiba-tiba Carla seperti terbangun dari tidur, dan cahaya itupun menghilang ...Aku dan Nunik yang khawatir tentang keadaan Carla saat itu ... dan bertanya kepadanya ...
"Carla apakah kamu baik baik saja ?"
Carla menjawab ... "yaaa aku baik baik saja"
"Apakah kita harus beristirahat ...?" tanyaku,
"Apakah kamu lelah putri Carla ?" tanya Nunik
Lalu Carla menjawab dengan gugup,
"Tidak!!, Aku tidak lelah aku baik baik saja" menjawab pertanyaan kami semua,
Carla terlihat bingung oleh kami berdua, setelah ia berkomunikasi dengan cahaya, sepertinya Carla sedang ada yang dirasakan saat itu.Dari pesan suara yang baru saja ia dengar dari Makhluk Cahaya dengan sangkar emasnya , Carla berpikir keras akan hal yang baru saja iaalami, Carla terus merenung dan menganalisa didalam hatinya, ia bertanya tanya didalam hatinya, setahuku Makhluk Cahaya itu adalah makhluk yang bertugas mengambil ruh dan menempatkan ruh yang diambil dan dimasukan kedalam keranjang yang selalu ia bawa, tapi ini berbeda kenapa keranjang itu berisi suara-suara anak-anak Barli? , sambil Carla berjalan dan menundukan kepalanya ke bawah sambil bertanya tanya didalam hatinya
Sementara itu, kami terus melanjutkan perjalanan. Tiba tiba Carla berseru dan berbicara kepada kami berdua,
"313 langkah dari sini, kita akan menenemui sebuah kedai, kedai itu bernama "Kedai Cakrawala Senyap", kita akan beristirahat ditempat itu"
Sambil kami berjalan menuju kedai Cakrawala senyap yang sebentar lagi akan sampai, Carla mulai mengerti isi pesan yang dibawa makhluk bercahaya itu, bahwa pesan itu adalah sebuah pesan dari anak-anak Barli yang berada di rumah sakit, menunggu Barli bangun dari sadarnya, karena anak anaknya sudah tiba di rumah sakit, itu tandanya Barli harus menemui anak-anaknya dan bangun dari ketidak sadarannya di alam nyata,Sesaat Barli harus meninggalkan alam mimpi ini untuk sementara.
Saat itu juga kami melihat sebuah kedai yang Carla maksud, kedai yang sempurna untuk beristirahat dimana pemandangannya berbaris bukit bukit indah yang saling bertumpuk-tumpukan , dibawah bukit yang paling megah terdapat sungai yang bergejolak, Ditengah sungai itu terdapat pusaran air yang melingkar dan mengerucut kedasar sungai, alirannya menciptakan irama melodi yang indah.
Saat kami sudah berada dihalaman kedai, kami mencari tempat yang bisa melihat pemandangan yang begitu indah, setelah itu, kami duduk dan memesan makanan dan minuman
Disaat kami sudah mendapatkan tempat duduk yang nyaman, Carla berkata kepadaku
"Barli !!! sepertinya untuk sementara ini kamu harus pergi meninggalkan alam mimpi, karena dialam nyata kamu ditunggu oleh anak-anakmu, mereka sangat ingin melihatmu dalam keadaan sadar"
Aku yang sedang menikmati suasana di kedai Cakrawala Senyap mendengar perkataan Carla, dan aku menatap Carla, sepertinya aku terasa berat untuk meninggalkan moment ini dan meninggalkan mereka berdua, rasanya kami sudah mulai ada keterikatan yang sangat dekat diantara kami semua,
Nunik dengan nada yang berat ia pun berkata ,...
"Temuilah anak-anakmu Barli,.. hargailah kunjungan mereka"
Aku yang saat itu terdiam,.. mengiyakan dan tidak keberatan untuk meninggalkan alam mimpi ini untuk sementara, kemudian aku bertanya kepada mereka,
"Apakah aku bisa dapat kembali lagi kesini dan berkumpul bersama kalian ?" tanyaku
Mereka berdua saling bertatapan dan menjawab pertanyaanku, mereka menjawab,
"Iya pasti kamu akan kembali, kami tidak ingin mengganggu hubunganmu dengan anak-anakmu dalam menelusuri alam mimpi ini"
"Baiklah jawabku !! lalu apa yang aku perbuat agar dapat bisa kembali ke alam nyata ? .."
Carla memandang fokus ke titik keningku ...lambat laun aku merasa lelah dan mengantuk ... hingga akhirnya aku tak sadarkan diri dan menghilang dihadapan mereka.
--------------------------------------------------------------------------------
"Pak Barli !! ayo bangun pak, Semangat pak!!",...suster Mira yang membangunkan aku agar aku sadar dan bangun dari tidur ...,
"Ayo pak ini anak-anak bapak mengunjungi bapak",...
Kondisiku yang masih sangat lemas dan pandanganku yang kurang jelas memandang ... suster Mira yang berusaha menyambutku bangun dari ketidak sadaranku ..., Saat aku menoleh kesebelah kananku benar saja anak- anaku sudah berada disebelahku,...
Hanya saja aku mencoba mengingat semua yang ada didunia nyata namun terasaa lelah kepalaku untuk berpikir dan terlalu lemah badanku untuk digerakan,
Aku berusaha semaksimal mungkin agar aku bisa sadar dan bisa menyapa mereka agar aku bisa terlihat kalau aku baik baik saja dihadapan mereka. Sambil menatap mereka lemah aku tersenyum,...dan berusaha menyapa mereka dengan senyumku, karenahanya itu yang bisa aku lakukan
Anakku yang pertama bertanya kepadaku
"Apakah ayah masih lemas ?"
"Kalau masih lemas ayah tak usah berbicara, yang penting ayah sekarang sudah sadar, kami semua ingin melihat ayah dalam keadaan baik-baik saja"
Dengan bahasa senyumku kepada mereka, aku yakin mereka bisa membaca bahasa mataku bahwa aku baik baik saja ,
"Ya sudah kalau begitu ayah istirahat saja " tegas anakku yang pertama
Kemudian suster memeriksa kondisiku ia menyuntikan obat ke lengan sebelah kiriku,
Setelah itu suster Mira memanggil anak-anakku untuk membicarakan penyakitku, diruang suster yang tak jauh dari tempat tidurku
Anak-anakku semua menuju ruang dokter jaga,
Saat itu aku melihat dengan tidak jelas , Buku catatan mimpi tergeletak di meja sebelah tempat tidurku, aku hanya heran kenapa Marni meninggalkan buku itu.
Karena yang aku tahu buku itu tidak semestinya berada di meja samping tempat tidurku. aku ingin meraih buku itu tiba-tiba kepalaku berat sekali dan terasa ruangan ini berputar dengan kencangnya...
Kurebahkan badanku kembali dan kupejamkan mataku hingga aku tak sadarkan diri...
Aku tak sadarkan diri dan aku memasuki fase alam mimpi kembali....berharap bisa kembali bersama Nunik dan Carla di kedai Cakrawala senyap.
------------------------------------------------------------------------
Tibalah aku berada di alam mimpi kembali, hanya saja dialam mimpi itu aku tidak berada di tempat Carla dan Nunik.
Entah dimana aku berada sekarang, suasananya sangat berbeda , lembab dan dingin, disekelilingku terdapat banyak pohon mati, namun hawa disekitarnya begitu misterius. Terlihat alur sungai mati yang pinggirannya terdapat banyak kubangan kecil yg terisi oleh air yang bening, aku mencoba untuk menelusuri sungai mati tersebut,Tidak jauh aku menelusuri sungai itu terdengar suara percakapan makhluk yang sedang berdialog serius...