CATATAN MIMPI

ichwan susandi
Chapter #8

Bab 8 - Kakek Harpaska Pembuat Melodi Ruh

Sementara itu, ......Barli yang berada di alam mimpi theta 2...

Berada dimana aku sekarang ?, aku tidak tahu, , terasa beda dengan alam mimpi disaat aku bersama Carla dan Nunik

Andai saja Carla dan Nunik berada disini pastilah perjalanan ini tidak membosankan, aku yang sendirian menelusuri sungai mati alam mimpi theta 2 ini, berjalan sendirian

Dalam setengah perjalananku, 

Terdengar suara harpa yang iramanya begitu memukau hati....

Aku berjalan sambil menuju suara itu,

Dengan rasa penasaran yang tinggi aku sangat tertarik dengan asal suara itu

Indah sekali suara harpa yang terdengar di hutan ini, .... Siapakah kiranya yang memainkan harpa ditengah hutan ini? 

Dengan konsentrasi penuh aku mencari sumber suara itu...

Makhluk apa yang sekiranya memainkan musik merdu itu ?...

 Aku harus mencari sumber suara ini, barangkali ditempat itu aku bisa beristirahat...

Barli mengikuti asal suara itu

Setelah cukup lama ia mengikuti arah suara itu akhiranya Barli mendapatkan sumber suara itu....Ia menemukan seorang kakek tua yang terlihat bijak dengan tekun memetik harpanya Kakek ini tiba tiba melihat kearahku

"Siapa kamu?" Tanya kakek itu

"Aku Barli kek, aku berasal dari alam nyata"

"Apakah hari ini kamu sedang bermimpi?" tanya kakek itu

"Kurasa iya kek... Aku sedang bermimpi" jawabku

"Bagaimana bisa kamu berada dialam mimpi theta 2 ini, karena tidak ada makhluk alam nyata yang bisa tembus ke alam mimpi theta 2 ini ?,

"Hanya makhluk alam nyata yang terpilih saja yang dapat menembus alam theta ini"

"Apakah aku berada di alam mimpi theta 2 ?" tanya Barli 

'Yaa!!" jawab kakek itu 



"Sedang apa kau disini?" tanya kakek itu 

"Akupun tak tahu kek, semua ini mungkin berdasarkan ketidak sengajaan saja"....

"Apakah kamu seorang ahli sihir ?"....

"Aku tak mengerti tentang sihir kek".. Jawabku

Kakek itu berhenti memainkan harpa dan loncengnya, ia menghampiriku dengan rasa penasaran....ia memandang wajahku dan menatapku dari atas kepalaku sampai ke kakiku...Kemudian ia bertanya

"Kemana tujuanmu?" Tanya kakek itu

"Aku ingin menuju air terjun hitam kelana yang mana lembahnya dihuni oleh dua ekor semut kakak beradik dan aku ingin menemuinya"

"Ada urusan apa kau ingin menemuinya ?" Tanya kakek itu...

"Aku hanya ingin meminta maaf kepada mereka berdua karena ketidak sengajaan ibuku membunuh ibu mereka hingga mati"

"Apakah kau bertemu dengan pohon karma yang berada di balik bukit ini?"

"Iya kek... Aku bertemu dengan mereka"

"Ooooowh.... Apakah mereka sehat sehat saja?"

"Sejauh yang aku temui mereka sehat"...

"Ya yaa yaaa... Mereka berdua adalah anak anakku, Sudah lama sekali aku tak bertemu dengannya"...

"Apakah ia menceritakan tentang diriku?"

"Sejauh aku bertemu dengannya, dan mereka tidak menceritakan tentang kakek"

"Yaaa yaaa.... Ketahuilah Barli bahwa mereka adalah anak anakku yang ku tanam dari 2 lembar janggutku yang berwarna putih... Kutanam ia di tanah yang kuambil dari tanah yang dibasahi oleh air mata senja, Betapa aku sangat merindukannya"

"Mengapa kakek tak menemuinya?" tanyaku

"Aku tak bisa meninggalkan harpa dan loncengku yang tertanam di tempat ini seandainya harpa ini bisa kubawa kemana saja mungkin aku sudah menemui anak-anakku"

"Lalu, apa tugas kakek disini?" Tanya Barli

Kakek itu memandangku.... Sambil tertunduk ia menceritakan tentang tugasnya

Apakah kau pernah mendengar makhluk cahaya Alam mimpi ?

"Tidak banyak yang aku tahu tentang makhluk cahaya" jawab Barli 

"Makhluk Cahaya adalah makhluk yang diperintahkan oleh MAHA SEGALA dengan tugasnya masing-masing"

"Mereka mempunyai keahlian diatas rata-rata" 

"Mereka dicipta untuk patuh dan pencapaiannya yang suci "

"Dan akulah yang ditugaskan oleh makhluk cahaya sebagai peranti tugas mereka" 

"Aku ditugaskan oleh makhluk cahaya untuk membuat alunan musik merdu sebagai penghantar ruh saat dipisah dari jasad para makhluk nyata,

Irama ini ku buat dan dikhususkan untuk makhluk yang selalu berbuat baik...agar mereka tidak terlalu merasakan pedih dan sakitnya disaat ruh dan jasadnya dipisahkan 

"Apakah semua melodi dan iramanya sama?" ... tanyaku 

"Tidak barli... Biasanya di awal kosmik berganti, makhluk cahaya itu akan datang kepadaku"... 

Bilamana ia datang kepadaku ia memberikan tugas kepadaku dengan membawa catatan nama nama makhluk hidup yang akan dipisahkan ruh terhadap jasadnya

Bukan hanya namanya yang tercatat di catatannya tertulis juga karakter dan kebiasaan baiknya yang biasa ia kerjakan di alam nyata 

"Catatannya itu tertulis diatas tulang sulbi seekor gajah betina"  

Kemudian setelah itu, Aku membuat melodi dan iramanya berdasarkan karakter dan nama mereka....

"Ooooo ... Begitu ya kek?" Tanyaku heran

"Apakah makhluk hidupnya hanya manusia saja kek?"

"Tidak barli... Maksud makhluk hidup adalah semua makhluk hidup yg mempunyai ruh... Binatang, tumbuhan, manusia dsb

"Lalu bagaimana dengan makhluk yang berbuat jahat?" Tanyaku

"Apakah mereka juga mendapatkan alunan irama yang indah ini?"

Kakek itu menunduk kembali.... Dan menjawab,

 "Itu bukan tugasku Barli"....

Urusan Ruh adalah bukan urusan makhluk, tetapi ruh adalah urusan MAHA SEGALA, Dan kumohon Barli, untuk tidak bertanya terlalu jauh mengenai Ruh, karena memang benar benar aku tidak mengetahuinya 

"yang aku tau, aku hanya ditugaskan untuk membuat melodi indah untuk menghibur makhluk baik dan taat kepada MAHA SEGALA sebagaimana nanti disaat ruhnya dipisah dari jasadnya yang keluar dengan lembut seperti keluarnya tetesan air dari mulut kantong air." 

Siapakah nama kakek? Tanyaku

"Namaku adalah Harpaska"

Dahulu aku adalah mentri keindahan dan kerharmonisan alam mimpi, dimana dikala itu raja alam mimpi mempercayaiku sebagai pembuat estetika keindahan melalui melodi, fungsi tatanan melodiku adalah menyuburkan tanah dan menjernihkan air hingga keseimbangan terbangun suasana yang nyaman dan sejahtera di alam mimpi....

"Apakah kakek mengenal raja Bargo?" Tanyaku

Spontan kakek itu terkejut!!! "Darimana kamu tahu nama itu Barli?" ....

"Aku belum pernah bertemu dengannya kek.. Tapi aku berteman dengan anaknya putri Carla"....

Serentak kakek itu membungkukan badanya memberi tanda hormat setelah mendengar nama putri Carla...

"Dimana putri Carla sekarang berada?" Tanya kakek itu...

"Sejauh saat aku berpisah dengannya, putri Carla berada di alam theta 1", 

"Bagaimana ia bisa memasuki alam mimpi ??' tanya Harpaska kepadaku

"Aku belum tau pasti, tetapi ia pernah mengatakan bahwa aku adalah kunci untuk menuju semua gerbang alam mimpi"

"Ia ingin mencari ayahnya raja Bargo yang katanya berada di alam theta 7"

 "Sementara gerbang alam theta 7 sudah tidak diketahui keberadaannya."..

"Apakah kakek bisa memberikan informasi tentang keberadaan alam theta 7?"

Lihat selengkapnya