CATATAN MIMPI

ichwan susandi
Chapter #9

Bab 9 - Burung Aneh Pemberi Kabar di Alam Nyata

Disaat aku membuka mataku,... terlihat seseorang memakai baju putih tepat berada didepanku 

Seorang suster yang sedang menusuk nadiku, untuk mengambil darahku, dengan konsentrasi penuh sambil menancapkan jarum suntiknya ke nadiku, ia memandang wajahku, sepertinya ia melihat keadaanku dengan teliti. 

yaaa aku terbangun dari semua alam mimpi yang kualami !!,... aku mulai sadarkan diri, cukup lama aku terdiam, aku terdiam mengingat ingat mimpi yang telah aku alami, hingga akhirnya aku bertanya kepada suster yang berdiri didepanku  

Suster ... sedang apa suster ? tanyaku 

Tenang pak Barli, suster sedang mengambil darah bapak, untuk diperiksa ke laboraturium, bapak sudah seharian tertidur, dan sepertinya bapak mengalami Syncope atau ketidak sadaran diri, tetapi di cardiac monitor kami, sejauh ini bapak stabil dan tidak menunjukan tanda tanda yang membahayakan. dokter menginfus makanan kepada bapak karena sudah 2 hari ini tidak ada asupan makanan dan minuman yang masuk ke tubuh bapak

"Ooooo gitu ya sus ???" ...

Terakhir yang kuingat, aku tak sadarkan diri disaat aku ingin meraih buku mimpi yang tertinggal di meja samping tempat tidur rumah sakit, tetapi sekarang sudah tidak ada .

Aku bertanya kepada suster, 

" Suster,.. apakah suster melihat buku yang berada di meja samping tempat tidurku ? "

"Oooo buku itu ? ... buku itu sudah diambil oleh Marni , ia tadi malam ia datang kesini" 

"Lalu Marni sekarang dimana ?" tanyaku 

"Ini baru jam 7 malam pak... kan biasanya Marni datang jam 8 malam" 

Tunggu saja pak Barli, pasti nanti Marni akan datang menemui bapak" tegas suster 

"Pak Barli, apakah bapak baik-baik saja ?" tanya suster kepadaku

"Apa keluhan yang bapak rasakan malam ini ?"

"Tidak ada suster, aku hanya ingin makan makanan kesukaanku suster"...

Untuk saat ini bapak tidak boleh makan makanan dari luar, bapak sekarang dalam pantauan dokter dan perawat

"Sudah berapa gelas hari ini bapak minum ?"

Aku tak tertarik untuk minum suster, yang ada dipikiranku hanya mie ayam makanan kesukaanku suster

Suster memandang ku dengan iba, setelah aku mengatakan rasa keinginanku untuk makan, makanan kesukaanku

"Pak Barli nanti kalau bapak sudah ada kemajuan tentang kesehatan bapak suster yang akan teraktir pak Barli, makan mie ayam, gimana ?"

"Setuju pak Barli ?" tanya suster kepadaku

"Iya suster", aku menjawab lemas dan tak bersemangat

Karena aku merasa diperlakukan seperti anak kecil yang merengek minta eskrim kepada ibunya,

Kemudian suster itu membereskan semua alat periksa yang ada ditempat tidurku, dan ia pergi meninggalkanku dengan gorden yang ditutupnya

"Pak Barli suster sudah selesai periksa bapak, pencet bel ini ya pak, bila bapak membutuhkan sesuatu atau bapak merasakan keluhan "

"Iya suster", dan suster itu pun pergi

Aku sendiri lagi diruang tidur yang hampa, obat yang sudah terjadwal dikemas tertulis namaku, tak ada warna hidup selama aku berada rumah sakit disini 

kemana Marni, ini sudah jam 8 malam lewat, kenapa dia belum datang juga 

tepat pukul 8.30 malam Marni datang mengetuk kamarku 

"Pak Barli ini aku pak, ... Marni ... 

"Yaaa Marni akhirnya kamu datang juga" 

"kamu bawa bungkusan apa Marni ?" 

"Ssssssttttt .... jangan keras keras nanti suster itu dengar" 

"Aku membawa makanan ilegal kesukaan bapak ?"

"Apa itu Marni" ...

"Mie ayam pak" .....

"Woooow ... sejak kapan kamu tau makanan kesukaan aku ?"

"Sejak aku mencatat buku catatan mimpi milik bapak !!" 

" Bisa saja kamu Marni" sambil tersenyum pak barli melepaskan selang oksigennya 

"Aku siyapkan makannanya ya pak,...aku membeli dua bungkus untuk kita makan berdua ya pak" 

"ya..ya...ya ..ya" .... 

Kemudian aku yang sudah bersiap untuk makan dan Marni yang hampir selesai menyiapkan makanan 

"Oke, pak Barli ...waktunya kita makan" ...

Lihat selengkapnya