------------------------------------------------------------------------------------------------
Setelah aku bertemu akrab dengan kakek Harpaska dan beristirahat diatas batu hitam aku bersegera untuk meneruskan perjalanan, aku bangga bisa berkenalan akrab dengan kakek Harpaska, semoga aku menjadi orang yang baik bilamana, ruh ku berpisah dengan jasadku karena dengan begitu aku dapat mendengar melodi indah yang ditujukan untuku dari kakek Harpaska temanku.....
Sambil aku menuruni batu hitam besar ini tak ada salahnya aku mengingat ingat kebaikan ibuku, satu sisi aku yang terus mengingat Carla dan Nunik di alam mimpi theta 1
Terakhir kulihat melalui telepati mimpi mereka semua baik baik saja hanya saja yang sampai sekarang, yang menjadi pikiranku adalah mereka berdua sedang terluka dan berada di tebing mulut gua, apa sekiranya yang menimpa mereka, atau memang mereka berdua jatuh dari jurang tebing yang tinggi, Tapi sejauh ini mereka dalam keadaan baik walaupun mereka terluka,
Sepertinya aku merasakan perjalananku sudah sangat jauh aku lalui, kenapa belum sampai juga aku bertemu air terjun tempat semut kakak beradik itu tinggal
Tampaklah dari kejauhan terdengar suara air terjun yang sangat deras turun ke lembah, dimana tempat semut kakak beradik itu berada,
Hmmm apakah, suara itu adalah suara air terjun yang dimaksud? ... Itu menandakan bahwa aku sudah dekat dengan tujuanku...
Aku harus lebih cepat berjalan, agar aku bisa lebih cepat sampai dan bertemu dengan semut kakak beradik itu
Barli dengan penuh semangat ia berjalan cepat agar sampai ke tujuan
Sebelum ia memasuki kawasan air terjun, lembah duka, ia melihat pintu masuk lembah duka yang terbuat dari butiran saripati penyesalan yang tersusun abstrak melankolis
Aku memandangnya dengan takjub namun dua langkah aku berjalan darisitu aku menemui bangkai makhluk berkepala hyna berbadan kera, tergantung diatas gapura memasuki air terjun yang berada di lembah duka
Suasananya yang menyeramkan dan misterinya sangat kuat, asap dupa yang pelan perlahan keluar dari serat serat akar menjadikan gapura itu seperti diselimuti kabut tipis, tercium juga di tempat itu aroma laut yang reda selesai terkena badai, cahayanya ungu redam, tanahnya berlumut dan disetiap pinggir jalannya ditumbuhi pohon berduri seolah pohon itu sebagai pembatas alami, suasana itu menjadikan wilayah ini penuh dengan suasana mistik yang sangat kuat ...
Rasa takutku untuk meneruskan perjalanan, menuju lembah duka ini sangatlah besar, ... Namun atas kerinduanku terhadap ibukulah yang membuat aku menjadi kuat untuk tetap berjalan
Berjalan aku perlahan menapaki dataran lumut yang licin dan berasap, tiba-tiba tedengar suara ular mendesis di belakangku...
Benar saja, saat ku menoleh kebelakang, ular besar berdiri melingkar dihadapanku
" Sssssshhh... Siapa kamu?" Ular itu bertanya kepadaku
"Aku Barli dan aku berasal dari alam nyata" jawabku
"Sssh... Sedang apa kamu berada disini?"
Apakah kau menginginkan harta dan kekayaan di alam nyatamu?
"Aku kesini ingin bertemu semut kakak beradik yang tinggal di lembah duka ini"...
"Sssshhh.... Hmmmm.... Untuk apa?"
"Aku ingin berbincang dengannya" jawabku...
"Sssssh.... Jadi kau kaaah yang bernama barli ? ... Tercatat namamu di kitab kuno alam mimpi yang telah hilang ribuan tahun lamanya"
"Aku adalah Rakila salah satu saksi yang pernah membaca kitab kuno alam mimpi"
"Apa urusanku dengan kitab kunomu itu Rakila?"
"Ssssh.... Hahahah...., " ular itu tertawa dengan muka yang marah
"Lupakan tentang kitab kuno itu, sekarang maukah kau bergabung dengan bangsaku?"
"Bagaimana bisa aku bergabung dengan bangsamu!!! Sedangkan kita baru saja bertemu"
"Sssssh.... Aku akan menjadikanmu manusia yang paling kaya dari yg orang yang paling kaya"...
" Aku hanya butuh kau bergabung dengan bangsaku"
"Aku tak mau!!!" Jawabku tegas
"Ssssh dengarkan dulu Barli"...
"Bilamana kau bergabung denganku maka aku akan memberitahumu dimana ibumu dan setelah itu akan kujadikan kau seorang yang kaya raya"....
Sedikit menarik kata kata yang terdengar di telingaku, karena ia akan memberi tahu tentang keberadaan ibuku...
"Apa persyaratan agar aku bisa bertemu dengan ibuku?" Tanyaku kepada ular besar itu
"Ssssh... Hahaha... Mudah saja!! Dengan kau mengakui bahwa aku adalah makhluk yang paling berkuasa tentang hidup dan matinya seseorang maka kau akan kuberikan kekayaan yang melimpah ruah, setelah kau mengakuinya dan menyebut namaku selalu ..."Rakila". Dimana setelah itu aku akan memberikanmu betumpuk tumpuk emas yang melimpah dibawah bantal tidurmu"
"Haii Rakila !!... Aku sudah tidak tertarik dengan harta yang kau janjikan itu",
"Bila ilmu mu sangat hebat... Bisakah kau berubah menjadi seekor nyamuk?" Kataku kepada Rakila
"Hahahaha... Barli bodoh, ilmuku lebih tinggi dari itu bahkan aku bisa menjadi binatang yang sangat besar dan kuat terganas yang belum pernah engkau tahu... Kalau janya menjadi seekor nyamuk itu sesuatu yg sepele dan kecil sebesar sisa makanan yg ada di selipan gigiku".