Sekarang aku berada di atas angkasa lembah duka, kuda putih itu membawaku terbang menembus awan yang bergumpal seperti tenunan kapas lembut berterbangan, kuda putih terbang tidak cepat dan tidak pelan, tapi ia tahu kapan waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke tujuan
Sampailah aku diujung lembah duka, perlahan kuda putih ini terbang dengan rendah, akhirnya kami mendarat di sebuah rumah sederhana
Kuda putih menurunkan ku tepat di depan rumah yang sederhana itu , kemudian aku turun dari punggungnya, setelah itu kuda putih itu pamit kepadaku dengan cara menundukan kepalanya.. Dan aku membalas tundukan kepalaku sambil mengucapkan terima kasih kepada kuda yang sudah mengantarku ke kediaman semut kakak beradik setelah itu ia melesat terbang ke tempat asalnya
Tinggalah aku seorang diri di halaman rumah yang mana di sekelilingnya ditumbuhi rumput ilalang berwarna kuning kering dan bergoyang tertiup angin,
Halaman depannya terdapat sumur yang ditumbuhi lumut hijau yang lembab, bagiku tempat ini sangat eksotik.. Vintage dan sendu
Aku berjalan pelan menuju pintu rumah semut kakak beradik, kenapa rumah ini sepi sekali? seperti tidak ada tanda tanda kehidupan di rumah ini... Kemanakah semut kakak beradik itu berada?
Sesampai tepat aku berada di depan pintu rumah mereka, aku mengetuk dan mengucapkan salam, sudah berkali kali aku mengetuk dan mengucapkan salam namun tak ada jawaban....
Aku duduk didepan pintu rumah itu dan berpikir, apakah kedua semut kakak beradik ini sedang pergi atau kemana yaaa?
Karena tekadku untuk bisa menemui semut kakak beradik ini dengan terpaksa aku masuki rumahnya tanpa seizin yang dengannya
Aku dorong pintu perlahan sambil mengucap salam, selangkah demi selangkah aku memasuki ruang dan sudut rumah semut kakak beradik itu, tapi semua nihil tak ada, yang pastinya rumah ini tidak ada penghuninya
Aku masuk kedalam kamarnya yang kulihat hanya sebuah kasur yang tipis dan selimut yang terurai berantakan, aku meraba kasur itu, dan sepertinya kasur ini tak berdebu, itu menandakan bahwa rumah ini ada penghuninya yang pasti aku merasa yakin bahwa kedua semut kakak beradik ini sedang pergi keluar
Aku hampiri kamar yang disebelahnya, kamar itu sangat rapih dan nyaman, dimana aku menghampiri meja belajar yang ada dikamar itu, terlihat banyak bingkai foto kenangan yang di tempel didinding meja, kedua semut itu bersama ibunya, dan banyak bingkai bingkai foto yang terpampang di dinding meja belajar, aku merasakan setelah melihat foto foto mereka, betapa harmonisnya mereka sekeluarga, kulihat ada foto semut yang mengenai seragam tentara dan aku berkeyakinan bahwa foto itu adalah foto ayah mereka, terkejut saat aku melihat diantara semua foto yang tergantung terdapat foto ibuku saat masih muda... Yaaa ibuku saat menggendongku di waktu muda, aku memandang foto ibuku dan aku merasa senang dan bertanya tanya di dalam hatiku, hari ini aku yang sedang dalam keadaan bermimpi, sekarang aku sudah bermimpi ibuku hanya saja aku bermimpi tentang ibuku melalui foto, apakah semua ini sampai disini.... Yang jelas aku masih kurang merasa puas dimana aku bermimpi ibuku hanya melihat fotonya saja
Tidak lama setelah aku melihat foto- foto keluarga semut aku mendengar suara hentakan besi yang menimpa tanah... Seperti aku mendengar adanya aktifitas di belakang rumah ini....
Tanpa pikir panjang aku menuju belakang rumah ini, bagiku rumah ini terasa aneh, terlihat dari luar rumah ini tidak besar tetapi setelah memasukinya sangatlah besar, bahkan saat aku pindah dari ruang ke ruang yang lain nafasku tersengal sengal keletihan, mungkin itulah kelebihan dari rumah itu
Saat aku menuju belakang rumah ini ternyata benar saja ada aktifitas di belakang rumah ini, saat dimana terlihat pintu belakang yang masih tertutup, aku bergegas menuju pintu itu dan membuka pintu itu
Terkejut aku dibuatnya, setelah aku membuka pintu belakang rumah itu terasa aku berada di dimensi yang berbeda, dimana di belakang rumah itu adalah sebuah kebun yang indah, udaranya yang sejuk, dan terdengar suara aliran gemiricik air mengalir
Dan kulihat dibalik pohon yang sangat besar, aku melihat semut yang sedang melakukan aktifitas.. Aku langsung menuju semut itu,
Baru saja aku hendak melangkah tiba-tiba terdengar suara dari sampingku
"Selamat datang Barli !!! "
"Senang rasanya, akhirnya kau berada di rumah kami"
Saat aku menoleh, benar saja ternyata makhluk yang menegurku dari samping adalah semut yang kucari, dan kubalas sapanya
"Terima kasih wahai semut kakak beradik, Yang sudah senang menyambut kedatanganku", .... Jawabku
Lalu semut itu datang kepadaku dan bersalaman, ia memelukku erat seperti ia sudah sangat mengenalku, kubalas salamannya dan ku peluk juga semut itu
Selesai kami bersalam salaman dan saling berpelukan, kami tersenyum beku, namun setelah kuperhatikan Hanya satu semut yang kulihat, lalu kemana semut yang satu lagi, aku bertanya kepada semut yang berada di depanku...
"Wahai semut kakak beradik mengapa kamu seorang diri, bukankah kalian disini selalu hidup berdua?" Tanyaku
"Barli ikutlah denganku, aku akan menunjukan dimana kakakku berada?" Jawab semut itu
Akhirnya aku dibawa ke suatu tempat yang mana tempat itu berada tidak jauh dari tempat kami bertemu Melewati 2 pohon yang sangat besar semut itu menunjuk sebuah gundukan tanah yang masih merah dimana diatasnya terdapat banyak bunga kamboja berhamburan
"Kakakku sudah meninggal dunia barli, sekitar 2 butir balikan waktu kosmik sebelum engkau datang"
"Oooww brarti belum lama?"
Yaa Barli baru saja aku selesai menguburkan kakakku, dan ia ingin sekali bertemu denganmu, kami menunggumu Barli ?? Namun sayang sekali takdir tidak mempertemukan ia denganmu,hanya aku saja yang bisa bertemu denganmu
aku yang secara reflek mengatakan "turut berduka cita"
"Lalu semut itu mengatakan Terima Kasih Barli"
Beranjak aku menuju samping kuburan itu dan aku duduk menghormati kakak semut yang sudah tiada, lalu semut itupun menyusul dan berada disampingku
"Barli, aku tahu maksud kedatanganmu kesini !! , dan kami sudah memaafkan ibumu, kami berdua sepakat untuk tidak menuntut ibumu nanti saat peradilan itu datang"
Kakakku ingin sekali bertemu denganmu, ia pun juga ingin meminta maaf dengan ibumu, karena niatnya yang ingin membalas serangan ibumu, secara singkat semua kejadian ini bukan berdasarkan dendam namun berdasarkan bagaimana untuk tetap bertahan hidup...
Suatu kehormatan bagiku bisa didatangi oleh seorang Barli nama yang sedang menjadi sorotan di angkasa kosmik alam mimpi, dan aku bangga menjadi salah satu cerita yang ada di buku catatan nya yaitu catatan mimpi
Barli dulu aku sangat tidak terima atas perlakuan ibumu terhadap kakakku, betapa aku sangat menyayangi kakakku, karena dahulu aku ingat benar kakakku sangat menyayangiku, dimana dahulu sewaktu aku kecil aku hampir saja di bunuh oleh binatang trenggiling,
"Saat itu aku sedang bermain main di sekitar pintu gerbang sarang koloni semut"
"Tiba-tiba tanpa sepengelihatanku hewan trenggiling yang besar dan lapar memburu para semut untuk dimakan, kemudian trenggiling itu ingin memakanku dengan lidahnya yang panjang"
"Disaat itu jugalah kakakku menolongku dengan menggigit mata trenggiling itu sampai kesakitan, trenggiling itu mengusap-usap Matanya dengan kedua tangannya",
"Karena kakakku bukan saja menggigitnya ia juga menyemprotkan racun di kelopak matanya hingga ia tak bisa melihat sampai sekarang"
"Atas kejadian itulah aku sangat menyayangi kakakku dan semua kejadian itu ku ceritakan kepada ayah dan ibuku, hingga cerita itu sampai ke ratu semut"
"Ratu semut saat itu sangat kagum dan terharu atas aksi heroik yang dilakukan oleh kakakku, hingga kakakku mendapatkan penghargaan dari yang mulia ratu semut"