Sesampai mereka masuk ke kamar Barli, mereka langsung menuju ruang samping tempat tidur Barli dan ternyata Barli sudah tertidur
"Marni secepat itukah pak Barli tertidur ?... Apakah sudah biasa ia seperti ini ? ..." Tanya Wati kepada Marni
Kemudian Marni bergegas menghampiri pak Barli, ia melihat pak Barli untuk memastikan apakah pak Barli benar benar sudah tidur
Ia memeriksa suhu badannya, di tempelkan tangan Marni ke dahi pak Barli dan memandang pak Barli dengan penuh rasa kasih sayang,
Wati terharu melihat cara Marni memperlakukan mas Barli, ia bertanya tanya dalam hatinya, dari caranya memperlakukan mas Barli apakah Marni menyukai mas Barli? ... Aah tapi ngk mungkin masa iya gadis muda yang cantik menyukai seorang bapak-bapak setengah baya yang sudah sakit-sakitan atau ia hanya merasa kasihan dengan mas Barli? Atau ada sesuatu yang aku tidak mengerti ?
Lalu Marni mengatakan kepada tante Wati... "Sudah bu! Pak Barli sudah tidur", Jawab Marni
Lalu Marni memperhatikan tangan pak Barli, terlihat tangan pak Barli mengepal dalam kondisi tertidur, kemudian Marni tersenyum
Wati yang tidak mengerti arti senyuman Marni, spontan ia bertanya kepada Marni...
"Kenapa Marni ?" tanya Wati
Marni kemudian menjawab dengan nada pelan kepada tante Wati, pak Barli sedang bermimpi tante...
"Dari mana kamu tahu kalau pak Barli sedang bermimpi ?" Berbisik Wati bertanya kepada Marni
"Bila ia tertidur tangannya mengepal itu tandanya pak Barli sedang bermimpi tante", sambil Marni duduk disamping pak Barli
"Oooo gitu Mar ?" Tanya Wati keheranan
Sambil Marni memegang tangan pak Barli ia merebahkan kepalanya di samping sisa spasi tempat tidur pak Barli
Perasaan Wati yang melihat semua itu, terlihat gusar dan sedikit cemburu, karena kedekatan anak itu terhadap teman yang ia suka sedari ia masih kecil
Tanpa buang waktu Wati mengambil handphone dari dalam tas nya, karena ia ingin mengabadikan kebaikan Marni terhadap mas Barli
Sekali sampai 3 kali ia mengambil moment itu, dan ia tersenyum sendiri, karena ia ingin membuat mas Barli senang karena Wati ingin memberi tahu ke mas Barli, bahwa Marni adalah gadis yang baik
Kemudian ia terbaring di ruang samping tempat tidur Barli yang kebetulan ada tempat penunggu pasien, sambil ia rebahan ia membuka handphonenya dan ia melihat foto foto kejadian hari ini yang ia kerjakan dan dapatkan
Terlintas di benak pikirannya ingin melihat Marni dan mas barli di galeri foto handphonenya, saat ia mencari di galeri hp nya tetapi ia tidak temukan, padahal hanya beberapa menit saja, ia berusaha mencari foto yang baru saja ia ambil
"Aneh, baru saja aku ambil 3 shoot foto mereka tapi kok tidak ada, apa tidak ke save yaaa... Hmmm mumpung pose mereka belum berubah ngk ada salahnya aku ambil foto mereka kembali ",
Tanpa sepengetahuan Marni dan Barli, Wati mengambil foto mereka berdua, seperti semula ia mengambil dengan anggel yang sama., Setelah selesai ia mengecek gambar di galerinya, namun tetap tidak ada
"Loh kok aneh, kenapa ngk ada lagi hasil gambarnya, hadeuh pasti memori aku penuh", Wati bergumau dalam hatinya
Ya sudah besok aku minta tolong sama pak Parman supir pribadiku, dia pasti ngerti permasalahan hp aku, dan sebaiknya sekarang aku tidur saja, karena aku harus istirahat
Lama setelah itu
Terdengar adzan subuh, Wati yang sudah terbiasa bangun subuh, ia beranjak ke kamar mandi, selesai ia dari kamar mandi ia tidak menemui Marni,
Ia bergumau, "loh kemana anak itu, apa iya ke luar untuk sholat ?, atau kemana yaaa ? .. Tapi tas dan sepatunya tidak ada, brarti anak itu sudah pulang, kenapa Marni tidak pamit sama aku, kalau ia pamit kan aku bisa antar anak itu kerumahnya"
Setelah itu Wati kembali ke kamar mandi ia melakukan wudhu untuk sholat subuh, setelah ia berwudhu Wati mengenakan mukenanya untuk sholat subuh,
Saat ia hendak melakukan sholat subuh tiba tiba kepalanya pusing yang sangat berat
"Oooo kenapa aku ? ... Tiba tiba kepalaku terasa pusing dan berat, sebaiknya aku melakukan sholat dengan cara duduk, kemudian Wati melakukan sholat dengan cara duduk, ia berusaha untuk khusuk, tetapi ia heran karena saat ia melakukan sholat pusing dan beratnya dikepala hilang begitu saja, selesai ia mengerjakan sholat subuh ia melakukan dzikir, entah kenapa tiba tiba ruang ini menjadi sangat hening tak ada suara apapun sama sekali padahal harusnya terdengar suara blower Ac dan mesin detak jantung mas barli, kenapa jadi begini yaa Wati kebingungan, senyap sekali ruang ini, kemudian Wati masih dengan memakai mukena ia menghampiri mas Barli yang masih tertidur.
"Mas Barli, bangun mas waktunya sholat subuh"
Perlahan Barli membuka mata,
" Ooooh dimana aku wati ?" tanyaku melindur
" Kamu di rumah sakit mas ", jawab Wati pelan