CATATAN MIMPI

ichwan susandi
Chapter #18

BAB 18 - Terapi Bunga Kamboja

Beberapa bab dari buku itu juga aku selipkan beberapa nasehat-nasehat yang bisa mengantarkan sesorang menuju kebaikan, dan aku berharap dengan bukuku aku bisa bermanfaat untuk orang banyak

"Waaah menarik sekali mas ? Aku sangat tertarik untuk menjadi penerbitmu mas, nanti aku mau tanya sama notarisku tentang bagaimana mendirikan perusahaan penerbit, mungkin ini juga bisa kita jadikan bisnis bersama mas"... 

"Hmmm Wati ...., sudah bukan waktunya aku untuk berpikir komersil lagi Wat, karena kondisiku sudah seperti ini, sekarang aku cuma berpikir bagaimana buku ini bisa bermanfaat untuk orang banyak dan terutama untuk diriku 

"Ooo iya iya mas, maaf mas" 

"Tidak apa apa Wati, sudah ada yang mau membaca tulisanku ini saja aku sudah bersyukur Wat" 

"Wati, sudah hampir jam delapan, kamu bersiap siaplah, perjalanan pulang kerumah kamu saja sudah makan waktu, belum lagi kamu harus menyiapkan berkas-berkas dan kebutuhan kamu nanti saat kamu di Surabaya 

"Ooo iya mas, tidak terasa sudah jam segini, mas dengan berat hati aku pamit mas, masih sangat ingin aku berlama lama disini tapi karena pekerjaan yang tak bisa aku tinggalkan"

"Ya sudah", jawabku

"Oiya mas !, nanti siang ada suster yang khusus menunggumu dari pagi sampai jam 8 malam, namanya suster Vina, aku juga sudah katakan pada dokter Ratna penanggung jawab ruang icu VIP ini kalau nanti ada suster yang khusus untuk menunggumu disini"

"Kamu kenapa tidak komfirmasi dulu ke aku Wati ? Aku ngk mau ngerepotin kamu, lalu siapa yang bayar suster itu, aku tidak punya penghasilan wati ?" tanyaku kepada Wati 

"Tenang mas, semua aku yang bayar dan kalau kamu butuh keperluan kamu bilang langsung sama suster Vina ya mas, karena dengan begitu aku bisa tanya sama suster Vina mengenai perkembangan kesehatan kamu"

"Ooo iya iya Wati, terima kasih atas kebaikan mu Wat" 

"Santay mas, yang penting kamu harus sehat, setelah itu aku akan menunggu karya-karya kamu selanjutnya, aku mau kamu membuktikan kepada almh. ibumu bahwa dengan jurusan seni yang kamu pilih, membuat almh. Ibumu bangga disana, almh. ibumu adalah ibuku juga mas, sudah sering juga ibumu membantu keluargaku mas" 

Barli tersenyum dan terharu atas kebaikan Wati 

Lalu Wati berpamitan dengan mencium tangan Barli, "cepat sembuh ya mas?" Seru wati 

"Iya wati, Hati hati kamu" 

"Iya mas"

Setelah itu Wati meninggalkan sambil menelpon pak Parman supirnya minta dijemput di lobby rumah sakit 

Waktu berjalan, suasana kembali membosankam 

Ya sendiri lagi aku di rumah sakit ini, sudah dua hari ini aku merasa berada di rumah ku sendiri semua terasa normal 

Baru saja aku membalikan bantal tiba tiba terdengar pintu diketuk dari luar 

"Selamat pagi pak Barli ", sapa ramah suster yang membawa makanan sarapan pagi 

"Pagi juga suster, menu apa pagi ini suster ?"

"Menu pagi ini sayur bayam dan pindang ayam dengan desert puding cokelat dan buah semangka, dimakan ya pak barli setelah makan jangan lupa bapak minum obat, nanti ada suster yang akan memberikan obat kepada bapak", sambil suster itu meninggalkan ruanganku 

"Iya iya suster", jawabku 

Dalam hatiku untung saja aku sudah sarapan bubur ayam dengan wati 

Tak lama kemudian datang dokter Ratna menyapaku dengan ramah 

"Selamat pagi pak Barli, gimana hari ini pak? semua baik baik saja kan pak? Ada keluhan apa yang tadi malam atau hari ini bapak rasakan?" Tanya dokter ratna kepadaku 

"Sejauh ini aku jauh lebih baik dokter, rasa pegal dan nyeri di dada sudah tidak terasa lagi" 

"Hmmm... Oke !!" kata dokter Ratna

Kemudian dokter menyuruh suster Mona untuk menyiapkan alat rekam jantung 

Lihat selengkapnya