"Aku suka sekali dengan design covernya" ungkap suster Mona kepada Pak Barli
Aku yang mendengar pujian itu langsung mengatakan "Dengan senang hati suster, kalau suster mau memfoto cover buku catatan mimpi yang di design covernya oleh Marni"
"Tapi jangan foto dengan saya nya ya suster ?? , karena saya dalam keadaan berantakan, silahkan saja suster kalau mau memfoto buku ini"
"Oke pak Barli !!, Izin yaaa pak aku memfoto buku catatan mimpi bapak ? "
"Iya iya silahkan suster !! " dengan bangga aku mempersilahkan suster Mona untuk mengambil gambar pada buku catatan mimpi
Dengan sigap suster Mona mengeluarkan handphone dan membuka aplikasi Whatsap nya dengan akses pribadi ke dokter Ratna, suster Mona mengambilnya hingga 4 kali shoot ia mengambil gambar dan langsung mengirim ke dokter Ratna
Setelah ia mengirim foto tersebut ke dokter Ratna, Mona langsung membereskan alat-alat periksa dan mengembalikan buku catatan mimpi ke pak Barli
"Sudah selesai pak Barli, aku mau membuat kenangan sebelum buku itu diterbitkan"
"Hihihi bisa saja suster" dengan bangga aku tersenyum mendengar kata-kata yang diungkapkan dari suster Mona
Kemudian suster Mona meninggalkan ruang pak Barli
Sementara diruang dokter Ratna,
"Astaghfirullah", Dokter Ratna terkejut menerima kiriman foto dari suster Mona, karena apa yang ia lihat bukan sebuah cover buku catatan mimpi melainkan gambar akar Api berwarna biru yang ditengah tengahnya terdapat sebuah bunga kamboja
"Apa arti semua ini ? dan sepertinya ini adalah sesuatu diluar logika, semakin hari bagiku ini adalah sesuatu yang sangat mengerikan dan menarik , tapi penasaranku akan hal ini semakin tinggi, sebaiknya aku hubungi suster Mona kembali dan aku berusaha agar suster mona tidak mengetahuinya, aku berpura-pura apa yang ia kirim sudah sesuai dengan apa yang aku minta,
Dokter Ratna langsung menghubungi suster Mona
"Halo suster Mona ... , terima kasih ya suster sudah bisa membujuk pak Barli untuk bisa memberikan foto buku itu"
"Iya iya bu dokter sama sama bu dokter" jawab suster Mona
"Coba kamu kirim sekali lagi sus, karena sepertinya ada beberapa gambar belum terkirim ke handphone saya"
"Oke bu dokter sebentar dok !!", saat ia mengscroll handphone nya ia tak mendapati gambar yang ia kirim ke dokter Ratna
"Waduh bu maaf, Gambarnya kok hilang yaaa.... apa mungkin ke pencet delete oleh saya, sebentar ya bu dokter "
Tidak perlu suster Mona aku sudah terima kok gambar yang kamu kirim" , sambil dokter Ratna menutupi kejadian yang ia alami
"Aku cuma lupa tekan tombol aploadnya saja"
"Iya iya bu dokter"
dokter Ratna merenung dan bergumau dalam hatinya "Hmmm buku apa sebenarnya yang ada di pak Barli, sebaiknya aku memastikan buku apa yang ada di pak Barli ? , aku akan kebawah untuk menemui pak Barli dan melihat buku itu secara langsung"
Kemudian dokter Ratna bergegas menuju ruang pak Barli, baru saja ia sampai di pintu lift ia bertemu dengan suster Mira
"Dokter mau kemana?" tanya suster Mira
"Saya mau ke ruang vip ICU" jawab dokter Ratna
"Oooo... pasti dokter mau ke tempat pasien pak Barli yaaa ?" tanya suster Mira
Terkejut dokter Ratna mendengar suster Mira mengetahui tujuan dokter Ratna menuju ruang pak Barli
Ia terdiam dan menoleh ke suster Mira
"Dari mana kamu tahu saya hendak menuju ruang pak Barli ?" Tanya dokter Ratna heran