Sementara itu di ruang IGD , dokter Ratna yang sampai sekarang belum sadarkan diri dengan tatapan yang kosong.. Semua dokter merasa aneh terutama dokter Siska yang khusus menangani dokter Ratna, karena semua hasil diagnosa yang ada pada dokter Ratna hasilnya bagus semua...
Beberapa jam kemudian dokter Siska dihubungi oleh ibu Chandra owner rumah sakit melalui telpon
"Hallo dokter Siska, Ini saya Chandra"
"Ooo iya iya ibu, gimana bu?"
"Saya mendengar berita tentang dokter Ratna, apa sebenarnya yang terjadi ? Bisa kamu jelaskan kepada saya dok ?"
Kemudian dokter Siska menceritakan semua kejadian yang terjadi atas dokter Ratna
"Oke !! ...lalu Dokter Siapa yang bertanggung jawab akan kesembuhan dokter Ratna. ?" tanya ibu Chandra owner rumah sakit itu
"Biar saya bu", jawab dokter Siska
"Oke bagus kalau begitu, apapun yang dibutuhkan untuk kesembuhan dokter Ratna lakukan ya dok langsung ke saya saja jadi tidak perlu prrosedural secara perusahaan"
"Baik bu chandra"...
Sementara diruang IGD, sudah banyak keluarga dokter Ratna yang mengunjungi, tetapi dokter Ratna tak ada perkembangan yang signifikan
Kemudian anak yang paling besar dari dokter Ratna berkata kepada dokter Siska
"Dokter Siska bagaimana perkembangan ibu saya? " Tanyanya
Kemudian dokter Siska menemui pihak keluarga dokter Ratna, dan menceritakan semua kejadian yang menimpa astas dokter Ratna,
"Sejauh ini kita sedang melakukan obsevasi terhadap ibumu, nanti ada dokter besar yang datang kesini untuk memeriksa ibumu"
"Tak lama kemudian dokter Karjito datang, dokter Karjito adalah seorang profesor doktor yang sudah berpengalaman mengenai kasus ini, dan ia tanpa basa-basi melihat kondisi dokter Ratna, begitu lama dan telitinya ia memeriksa dokter Ratna, selesai ia memeriksa keadaan dokter Ratna kemudian ia menemui dokter Siska yang bertanggung jawab akan kesehatan dokter Ratna"....
"Kamu dokter Siska?"... Tanya dokter Karjito
"Ya dokter, gimana dok,?" tanya dokter Siska
"Mana keluarganya ? tanya dokter Karjito
Langsung dokter Siska memanggil keluarga dokter Ratna...
Mereka semua berkumpul untuk mendengarkan hasil pemeriksaan dokter Karjito
"Jadi untuk sementara biarkan dokter Ratna istirahat dirumah saja, setelah 2 hari ini saya akan kembali lagi melihat perkembangan dokter Ratna"
"Baru saja saya ditelfon ibu Chandra untuk terus memantau kondisi dokter Ratna, jadi ada baiknya kalau nanti saya akan periksa dokter Ratna di rumah saja, karena shock yang dialami dokter Ratna itu sangat berat, mungkin ia akan mengalami traumatik yang sangat mendalam, jadi ada baiknya ia tidak berada di lingkungan kerja atau di tempat kejadian, karena itu dapat memicu ingatan dokter Ratna akan shock berat yang dialaminya"
"Ooo begitu dok.. ?" Tanya salah satu anak dari dokter Ratna
"Iya!! Diantara kalian anak-anaknya ada nomor yang bisa saya hubungi"
"Ooo iya iya saya saja dok!!" Anak paling besar dokter Ratna langsung memberikan nomor telpon yang bisa dihubungi oleh prof dokter Karjito
"Oke, dokter Siska ini saya berikan resep obat yang harus diminum dokter Ratna",
"Jadi sekarang saya pamit untuk pergi kembali karena ada beberapa urusan yang harus saya lakukan"
"Oooo iya dokter, terima kasih dok" ungkap dokter Siska dan keluarga dokter Ratna
Kemudian dokter Ratna di didudukan di kursi roda untuk pergi meninggalkan ruang khusus, kemudian kami semua berpamitan ke dokter Siska
Setelah semua selesai dokter Ratna dibawa ke lobby utama rumah sakit untuk dibawa pulang oleh anak anaknya,
1 jam kemudian di ruang IGD, pak Razak kepala sekurity menemui dokter Siska diruangnya...
"Selamat siang dokter".... Sapa pak Razak kepada dokter Siska
"Ya pak Razak, gimana sudah bapak dapatkan hasil rekaman cctv kejadian di lift ?"
"Maaf dok setelah saya liat beberapa kali hasil rekaman cctv yang dokter minta, semua terlihat gelap dok, mungkin karena efek kelistrikan atau system tidak maksimal karena adanya gangguan tekhnis pada lift"
"Ooo begitu pak?" Tanya dokter Siska
"Iya dok... seperti itu dok"
"Mmm baiklah untuk semetara ini saya terima laporan bapak kepada saya"
"Baik dok !, kalau begitu saya pamit kembali keruang kerja saya ya dok"
"Oooo iya iya... Silahkan pak dan terima kasih ya pak Razak"
"Sama sama bu dokter"
Kemudian pak Razak meninggalkan ruang dokter Siska
Keluar dari ruang dokter Siska, pak Razak berjalan menuju ruang kerjanya dan di kejauhan terlihat suster Mira yang memperhatikan pak Razak dari kejauhan...
Pak Razak yang tidak sengaja melihat suster Mira langsung tertunduk takut dari kejauhan, ia bergegas jalan dengan cepat untuk menghindar suster Mira
Setelah semua itu berlalu suster Mira berjalan menuju ke arah ruang ICU ruang pak Barli