"Bamba aku rasa kita sudah cukup beristirahat, dan sebaiknya kita meneruskan perjalanan menuju makam Ratu Sikira,"
"Ya Barli kurasa kita harus berangkat dari sekarang, baiklah Barli aku akan menyiapkan semua kebutuhan perjalanan kita"
"Yaaa Bamba!!, apakah sekiranya ada yang harus aku bantu Bamba?"
"Tidak perlu Barli, aku hanya ingin kau membereskan semua jejak ataupun tempat kita beristirahat yang sudah kita gunakan, karena aku khawatir perjalanan kita ada yang mengikuti dan memata-matai"
"Apa iya Bamba, ada yang mau kepoin kita?" Tanyaku
"Apa itu kepo Barli?, Baru aku dengar bahasa itu !!", Bamba bertanya kepadaku dengan serius
"Oooala maaf Bamba ... , aku memakai bahasa gaul alam nyata, maksud dari kata kepo itu adalah kepingin tahu, jadi maksud pertanyaanku adalah; apa ada makhluk yang ingin mengetahui tentang perjalanan kita?"
"Oooo.. kupikir apa? dari kesimpulan yang aku dapat dari ceritamu, aku yakin sekali Barli, banyak makhluk yang ingin kepoin kita, terutama makhluk dari bangsa Iblis"
"Apa hubungannya dengan perjalanan kita Bamba ?"
"Nanti kamu akan tahu sendiri Barli ?" jawab Bamba singkat.
Barli hanya terdiam sambil merapihkan tempat mereka beristirahat.
"Bagaimana persediaan air kita Bamba?" Tanyaku.
"Persediaan air untuk perjalanan kita, kurasa sudah cukup aman Barli !!."
Setelah semuanya siap untuk melakukan perjalanan, kami berdua berdoa kepada MAHA SEGALA agar perjalanan kami semua selamat sampai ke tujuan dan tidak ada halangan, kami berdua melakukan perjalanan menuju perbatasan gerbang alam mimpi 1 dan gerbang alam mimpi 2
Hingga disaat kami berjalan, kami mendengar rintihan seorang wanita yang kesakitan
"Bamba apakah kamu mendengar suara rintihan seorang wanita?" Tanyaku kepada Bamba.
"Ya Barli!! aku mendengar dengan sangat jelas!" Jawab Bamba.
"Apa itu sekiranya itu Bamba?."
"Aku juga tidak tahu Barli, karena jalur yang sedang kita lewati adalah jalur yang belum pernah aku datangi"
Kemudian suara itu terdengar lagi dan semakin memekakan di telinga kami berdua
"Bamba semakin kita berjalan semakin dekat asal suara yang kita dengar"
"Ya Barli!! sebaiknya kita harus berhati-hati"
Tepat dari kejauhan kami melihat wanita dan pria tanpa wajah, mereka sedang duduk terkunci dengan lemah dan tidak berdaya...Kami memandang mereka dari kejauhan sepertinya mereka berdua tidak menyadari akan kedatangan kami berdua, dan kami melihat mereka dari kejauhan
"Bamba!!, Siapakah wanita dan pria yang duduk itu Bamba?" Tanyaku.
"Sepertinya mereka sedang dianaiya, karena mereka terlihat menahan sakit dan juga derita, tertaut di kerut wajahnya"
"Terasa sekali siksa yang ia dapatkan di alam mimpi ini Bamba?"
"Tak kuat aku melihatnya Bamba!!"
"Sebaiknya kita perhatikan dahulu Barli, apa sebenarnya yang sedang terjadi"
Kemudian terlihat diatas mereka selembar bilik anyaman yang terbuat dari kayu yang sudah rapuh, bilik itu bergerak gerak seperti ada makhluk didalamnya, Benar saja setelah apa yang kami lihat, keluar dari bilik yang rapuh itu 3 wajah Tengkorak yang menyeramkan, untungnya kami berdua sudah terbiasa melihat hal yang demikian jadi kami berdua tidak panik saat melihatnya, salah satu dari ketiga Tengkorak itu melihat kearah kami, sepertinya mereka curiga akan kedatangan kami.
"Bamba! Sepertinya makhluk tengkorak itu mulai curiga akan kedatangan kita Bamba!!"
"Ya kamu benar Barli !!, sepertinya mereka tahu akan keberadaan kita, kita harus cepat pergi dari sini, kita ambil jalur lain saja Barli"
Baru saja kami akan melangkah, dengan nada yang berat terdengar suara Tengkorak itu memanggil
"Hai kalian!! Yang sedang melihat kami menyiksa pemuda dan pemudi ini, kemarilah kalian berdua, jangan sampai kemarahan kami timbul karena kalian tidak beranjak mendekat ke kami"
"Bamba bagaimana ini ? .. Aku sangat takut Bamba!!"
"Tenang Barli, sebaiknya kita datangi saja mereka Barli!!"
"Lalu bagaimana kalau mereka ikut menyiksa kita Bamba?" Tanyaku panik.
"Jangan kau ciptakan ketakutanmu Barli !!, tidak ada salahnya kalau kita hampiri saja mereka.
"Oke oke Bamba, kita coba untuk mendekati mereka"
Akhirnya kami berjalan perlahan dan menghampiri Tiga Tengkorak itu
"Siapa kalian?" Tanya salah satu Tengkorak itu.
Lalu Bamba menjawab dengan suara yang gemetar menahan rasa takut.
"Kami Bamba dan Barli, dan kami sedang melakukan perjalanan menuju makam Ratu Sikira"