CATATAN MIMPI

ichwan susandi
Chapter #23

Bab 23 - Sepatu Bot Biru dan Ember Kosong

Akhirnya kami berdua meninggalkan semua kejadian yang menurutku adalah suatu kejadian yang luar biasa, kisah yang baru saja kami mengalaminya tentunya akan kumasukan kedalam buku catatan mimpiku.

Lama kami berjalan menelusuri hutan, semak dan pesisir sungai alam mimpi theta 2, dengan tujuan kami bisa ketempat Leli Menyani, seseorang yang dahulunya adalah sebagai makhluk kepercayaan Ratu Sikira untuk merawat Beruang Langit yang diceritakan oleh Tiga Tengkorak, tetapi tujuan utama kami adalah menuju makam Ratu Sikira yang dijaga oleh Beruang Langit yang katanya sangat ganas.

Hampir setengah perjalanan waktu kosmik, kami berdua berjalan, tidak ada yang kami bicarakan disaat melakukan perjalanan, Bamba terlalu serius dan fokus saat dalam perjalanan, sementara aku terus berpikir tentang bagaimana kabar Putri Carla dan Nunik yang masih berada di alam mimpi Theta 1, apakah mereka semua baik baik saja?.

Hingga disaat kami berjalan pelan mengikuti jalur pinggiran sungai, dimana airnya yang sangat jernih dan memancarkan cahaya berwarna kebiru-biruan, terlihat ikan-ikan yang berenang dengan lincahnya, seperti menyambut kedatangan kami.

Bamba yang berada di depanku tiba-tiba ia terdiam dan bertanya kepadaku.

"Barli apakah kamu sudah lelah?" tanya Bamba kepadaku.

"Ya Bamba! sepertinya aku sudah mulai lelah, bisakah kita beristirahat di samping jalur sungai ini?,"

Bamba yang terbiasa melakukan perjalanan, dengan nalurinya ia berdiam diri di sebuah batu yang permukaannya lebih tinggi, kemudian ia memejamkan matanya dan menjulurkan sungut nya ke kiri dan ke kanan, seperti sedang mendeteksi tentang keamanan lokasi yang akan kami gunakan untuk beristirahat, setelah itu ia mengatakan kepadaku;

"Ya Barli!... kita beristirahat di tempat ini, karena aku sudah mendeteksi lokasi ini, dan menurutku lokasi ini sudah aman untuk dijadikan tempat beristirahat."

"Dengan senang hati Bamba!!, kenapa tidak dari tadi saja kita melakukannya?."

Kemudian kami menurunkan beban tas yang ada dipunggung kami masing masing, kemudian kami bersandar disebuah pohon yang besar, dengan pemandangan sungai yang sangat indah.

"Barli, sungai ini adalah sungai dimana bila kita telusuri maka akan tembus jalannya ke alam mimpi theta 3" ungkap Bamba.

"Hanya saja, belum pernah ada makhluk yang mau menelusuri sungai ini karena terlalu bahaya untuk ditelusuri"

"Ooo ... Begitu ya Bamba!" tanyaku.

"Barli kamu tunggu disini, aku ingin mencari tanaman rempah disekitar sini, yang nantinya akan aku gunakan untuk membuat bumbu masakan untuk makan kita" ungkap Bamba kepadaku.

"Ya Bamba! jangan terlalu lama, karena aku merasa sungai yang indah ini memiliki aura mistis dan sepertinya aku takut untuk berlama-lama ditempat ini."

"Tenang Barli, aku tidak lama"

"Oke Bamba, kalau terjadi apa-apa kamu teriak yaaa ..." tegasku pada Bamba.

Kemudian Bamba meninggalkanku di pinggiran sungai yang indah, tapi aku merasakan aura yang tidak enak bila berlama-lama disini, daripada aku berpikir macam-macam lebih baik aku beristirahat disini, karena aku harus pintar memanfaatkan waktu.

Aku melihat ikan-ikan yang warnanya sangat indah, mereka berkejar-kejaran seolah mencari perhatianku, ia seperti ingin berbicara kepadaku, tetapi aku sudah terlalu lelah untuk memperhatikan ikan-ikan itu, karena terlalu banyak hal yang sudah aku lalui, dan kini saatnya aku harus beristirahat.

Sampai akhirnya aku tertidur, dengan tas yang aku kenakan sebagai bantal untuk tidurku.

Tak lama disaat aku terbangun dari tidur dan di saat mataku terbuka tipis, setipis dompet penulis, aku mencium aroma bau hangus dengan aroma harum ikan yang terpanggang diatas bara api, asapnya traveling ke penciumanku, sentak aku terbangun, karena yang ada dipikiranku aroma itu adalah aroma Bamba yang di panggang di atas bara api.

"Bamba apa yang kamu lakukan?" tanyaku sambil mengusap mataku berkali-kali.

"Barli aku ingin membuat kejutan kepadamu, saat aku mencari tumbuhan rempah aku melihat ikan yang terdampar didaratan, saat itu juga aku menangkapnya dan kemudian aku memanggangnya di bara api yang lumayan lama aku membuatnya"

"Karena terlihat olehku kau sedang tertidur lelap, maka aku biarkan kamu beristirahat." ungkap Bamba sambil tersenyum mohay.

"Bamba maksudmu ikan ini akan kita makan? begitu Bamba?" tanyaku.

"Ya pastilah Barli, apakah dialam nyata tidak ada menu ikan bakar."

"Bamba aku tidak suka ikan Bamba!! jangankan ikan dialam nyata dari ikan teri sampai ikan paus aku tak suka dengan ikan, apalagi ikan di alam mimpi Bamba..."

Bamba yang awalnya tersenyum sambil mengipasi ikan yang dipanggang dengan bumbu khas alam mimpi wajahnya langsung sedikit manyun.

"Yang benar kamu Barli, Benar kamu tidak suka ikan??," tanyaku penasaran

"Iya Bamba Ganteeeeng,... aku tidak suka ikan"

Lihat selengkapnya