SEMENTARA ITU DI ALAM MIMPI THETA 1
"Putri adakah jalan alternatif lain yang bisa kita lewati?, Karena bila kita melewati gurun pasir ini sangatlah berbahaya?"
Putri Carla hanya terdiam dan memandang gurun pasir yang akan mereka hadapi.
"Keputusanku tetap sama Nunik!, kita harus melewatinya, karena tidak ada pilihan lain jalan alternatif inilah jalan singkat yang dapat menghemat waktu kita untuk bisa tepat sampai ke pintu gerbang keluar alam mimpi theta 1, Kita harus secepatnya sampai, karena aku khawatir kita akan terjebak selamanya di alam mimpi Theta 1, instingku mengatakan bahwa Barli menunggu kita di pintu gerbang keluar alam mimpi Theta 1"
"Kenapa kamu nunik?, kenapa kamu bertanya seperti itu? Apa yang kamu khawatirkan?" Tanya Putri Carla
"Tidak apa-apa Putri," jawab Nunik.
"Kamu tenang saja Nunik, bila kamu lelah kamu bisa mengikatkan dirimu pada pinggangku.
Nunik hanya bisa mengambil nafas dalam dengar perkataan Putri Carla.
"Baiklah Putri, berikan aku waktu untuk mempersiapkan persediaan untuk perjalanan kita, aku sudah menghitung kebutuhan air dan makanan selama perjalanan, karena dengan perbekalan yang cukup kita bisa melakukan perjalanan dengan aman"
"Baiklah Nunik! aku menunggumu sambil mempersiapkan segalanya"
"Sudah siap Nunik? Tanya Putri Carla.
"Oke Putri!! aku sudah siap!!, semua perbekalan kita sudah siap semua, dan aku yakin perjalanan ini pasti menyenangkan!! Ungkap Nunik sambil menghibur dirinya yang sebenarnya merasa takut.
Dengan langkah yang penuh dengan keyakinan, Nunik berjalan dengan cepat sambil menoleh kekiri dan kekanan, langkahnya yang kecil dan gesit membuat Putri Carla tersenyum melihat tingkah dan Gayanya.
Hampir seperempat perjalanan mereka menelusuri gurun pasir dengan bersemangat, mereka menutupi kepalanya dengan jubah rapat dan mengenakan masker kain yang dilibatkan di hidung dan mulutnya. sementara matahari alam mimpi sedang melakukan tugasnya dengan baik, waktunya ia bersinar bertepatan dengan masuk musim panas di alam mimpi.
"Putri, kita sudah berada tepat diatas bukit gurun pasir, sementara dibalik bukit sebelah utara terlihat gelap, angin disini cukup kencang, apakah ini tanda-tanda akan terjadi badai pasir?"
"Tenang Nunik, semoga tidak terjadi badai pasir disini, apakah kau sudah lelah Nunik?"
"Sejauh ini aku sudah mulai lelah Putri,.apa sebaiknya kita beristirahat?, Tanya Nunik.
"Ya baiklah kita beristirahat disini,"
Nunik yang terlihat sangat lelah ia langsung mengambil perbekalan yang ada didalam tasnya, ia langsung mengambil tempat minum yang kemudian ia menyodorkan air untuk Putri Carla,
"Putri !!, minumlah !!"
"Terima kasih Nunik, seperempat jalan sudah kita lalui, mengapa gurun pasir ini begitu terik dan panas, tidak biasanya gurun pasir alam mimpi seperti ini?"
"Ya Putri!! di seperempat jalan ini rasanya seperti setahun aku berjalan, tak ada tumbuhan atau apapun yang ada di pandanganku, semua terlihat hanya gurun pasir dan bokongmu Putri."
"Husss!! Nunik!!"
"Iya Putri, karena setiap kali berjalan aku selalu ada dibelakangmu"
"Nunik apa tidak sebaiknya kamu bergantung dipinggangku, aku melihat wajahmu sudah pucat kering, aku takut terjadi sesuatu hal yang tidak aku inginkan",
"Ya Putri!, kenapa sejak dipunggungan bukit yang pertama tadi tidak ada tawaran seperti ini? ...hihihi" Nunik meledek Putri Carla
"Oke baiklah sekarang kemarilah naik ke pingganku dan ikatkan dirimu di tali pinggangku, kita akan meneruskan perjalanan di kembali"
Setelah itu Nunik menaiki pinggang Putri Carla dan mengikatkan dirinya di ikat pinggang Putri Carla.
"Baiklah Nunik kita akan melakukan perjalanan ini kembali, apakah kau sudah nyaman terikat dipinggangku ?"
"Ya!!, Putri, aku sudah terikat dengan nyaman berada di pinggangmu"
Hari yang begitu melelahkan, panasnya matahari alam mimpi saat itu membuat mereka merasa lelah berjalan
Di setengah perjalanan, Nunik bertanya kepada Putri Carla, "Putri apa yang akan kau lakukan bila kau bertemu dengan Nenek Penjual Awan Hujan? Tanya Nunik.
Putri Carla tersenyum, lalu ia menjawab; "kalau saja ia berada disini, aku tetap dengan pendirianku untuk tidak membelinya?"
Nunik kebingungan mendengar jawaban Putri Carla, kenapa kamu tidak membelinya? Bukankah persediaan emas kita cukup untuk membeli awan hujan?"
"Putri Carla menjawab sambil berjalan "aku tidak akan membelinya karena aku tak suka dengan penjual awan mimpi"
"Oooo... jadi hanya karena tidak suka dengan penjualnya, Putri tidak mau membelinya?,