"Nunik!,... bangun Nik, Kosmik pagi sudah sedikit lagi menampakan cahayanya, apakah kamu tidak ingin melihat sunrise matahari alam mimpi diwaktu pagi?", ...
"Mmm...iya Putri, apakah sekarang sudah pagi? tapi kok masih gelap?"
Sambil Nunik terbangun dari tidurnya dan duduk melipat kedua kakinya dengan mata yang masih terpejam.
"Sudah pagi Nunik,.. matahari alam mimpi sedikit lagi akan bersinar."
"Ooo ... Putri, apakah aku yang lelah, hingga aku merasakan tidur hanya sebentar, padahal aku sudah lama tertidur"
"Kalau kamu masih mengngantuk, biar aku saja yang memasak untuk sarapan kita berdua, karena kalau saja matahari alam mimpi ini bersinar terang, maka perapian kita untuk memasak akan padam"
Mendengar kata-kata yang diungkapkan oleh Putri Carla, Nunik langsung terhentak dan bangun dari tidurnya "Oiya iya!, perapian kita akan mati, bila matahari alam mimpi bersinar, Putri sebaiknya aku saja yang memasak, karena itu adalah memang tugasku!"
"Kalau Nunik masih mengantuk, tidur saja, biar aku yang akan memasak untuk sarapan pagi kita"
Baru saja Putri Carla selesai berbicara dengan Nunik, terlihat Nunik tidur kembali mendengkur dengan gaya pistol ia tertidur, Putri Carla hanya bisa tersenyum dan menyelimuti Nunik yang terlihat kedinginan, akhirnya Putri Carla berinisiatip mengambil tas perbekalan yang berada disebelah kepala Nunik.
Putri Carla mengambil 3 buah bunga kamboja yang berada di tas Nunik, disaat ia mencari bumbu-bumbu untuk menjadikannya masakan itu menjadi sedap, Putri Carla terkejut karena ia menemui sebuah Liontin yang bersinar saat tersentuh oleh tangannya, dan Ia bergumau didalam hatinya.
"Aneh! kenapa Liontin ini setelah tersentuh tanganku Liontin itu mengeluarkan cahaya, apakah ini punya Nunik?, kalau memang ini punya Nunik sebaiknya aku tidak perlu melihatnya, karena aku yakin, ini adalah barang privasi Nunik, selama dari awal Nunik ikut dengan kami, ia tidak pernah bercerita tentang liontin yang berbentuk hati yang selalu mengeluarkan cahaya dan aroma kamboja putih bila tersentuh, sebaiknya kusimpan ditempat semula aku menemukannya"
Setelah lama ia memendam rasa penasaran dengan apa yang dimiliki Nunik, ia menyibukan diri untuk memasak sarapan dengan cepat, selesai lah Putri Carla memasak sarapan untuk mereka berdua dan menyajikan dengan baik, saat ia menata sarapan yang akan dihidangkan oleh mereka berdua.
Tiba-tiba Putri Carla mendengar suara logam besi yang terseret di batu karang, dengan nalurinya yang peka, ia mendengarkan sesuai arah angin, darimana asal suara itu berada?
"Hmm, sepertinya suara itu berasal dari balik bukit ini, apa sekiranya suara itu?"
Penasaran Putri Carla semakin menjadi-jadi karena ia seringkali mendengar suara logam yang membuat ia menjadi risih.
"Apakah ada makhluk alam mimpi yang juga sedang beristirahat dibalik bukit gurun pasir ini?, sebaiknya aku ketempat asal suara itu agar secepatnya aku bisa tahu."
Disaat Putri Carla bersiap untuk mendaki bukit gurun pasir yang lumayan tinggi, Nunik terbangun dari tidurnya.
"Putri!!!.. mau kemana Putri pergi? ... apakah Putri mau meninggalkan aku sendiri?"
"Nunik, aku harus cek suara yang sedari tadi menggangguku saat aku memasak sarapan pagi, dan aku yakin suara itu berasal dari balik bukit ini"
"kalau begitu aku ikut!!" seru Nunik dengan penuh semangat.
"Apa tidak sebaiknya kamu menunggu disini Nunik!, sambil menikmati sarapan yang sudah aku hidangkan?"
"Hmm... bagaimana kalau makanan pagi ini kita masukan saja kedalam tas, biar nanti kita makan bersama di atas bukit gurun itu, dan langsung kita melanjutkan perjalanan"
"Baiklah!" jawab Carla sambil tersenyum.
"Kalau begitu cepat masukan makanan itu kedalam tas, Nunik!"
"Baik, Putri Carla!!"
Kemudian mereka berdua berjalan mendaki bukit gurun pasir itu.
"Putri kenapa setiap kali aku melangkah di bukit pasir ini, 2 langkahku turun menjadi 1 langkah?"
"Itu karena beban yang kamu bawa terlalu berat"
"Kalau begitu, tas yang kau bawa biar aku yang membawanya, karena beban tas itu yang mendorong kamu selangkah turun kebawah" ungkap Putri Carla
"Oke!!...Oke!.. Putri Carla dengan senang hati" sambil Nunik menyerahkan tas perbekalan itu kepada Putri Carla.
Sesampai ia berada di puncak bukit gurun.