CATATAN MIMPI

ichwan susandi
Chapter #30

#30 "Gilbada - Iblis Generasi 10"

Setelah Marni berpamitan pulang, seperti biasa aku yang terlalu akrab dengan sepi.

Kemana yaaa sarapan pagi ku ini, bukankah biasanya sarapanku datang jam segini?

Apa mungkin orang orang dapur rumah sakit ini serentak ambil cuti?, lalu kenapa aku jadi halu begini yaaa?, hihihi .. aku tertawa sendiri, daripada aku ngelamun tidak ada juntrungannya sebaiknya aku nonton berita saja di tv itu,.. sebelum aku mau menyalakan TV tiba-tiba;

"Selamat Pagi Bapak Barli?", Suster Mira masuk keruangku.

"Pagi juga suster Mira,"

"Tumben suster pagi-pagi sudah ada diruanganku"

"Bapak sudah mulai bosan yaaa sama saya?, apa aku ganti wajah saja yang lebih cantik dari yang sekarang?" sambil bercanda suster Mira mengatakannya kepadaku.

"Sebaiknya jangan suster, karena tahi lalat suster yang berada di antara hidung dan bibir, membuat saya lupa bagaimana rasa lezatnya Bihun goreng disebor dengan sambal kacang"

"Hahaha ... bisa aja Pak Barli, pagi-pagi Bapak sudah merayu saya, hati-hati loh Pak Barli, suami saya berkerja di Dinas Kebersihan DKI Jakarta", ucap Suster Mira bercanda

"Sebagai apa suami suster berkerja di Dinas Kebersihan DKI Jakarta?"

"Sebagai pembersih laki-laki gombal seperti Bapak"

Hahaha.., aku dan suster Mira tertawa dengan lepasnya.


Tiba-tiba suster Mira menoleh ke monitor grafik detak jantung yang ada disebelahku

Hayoo pak Barli, irama detak jantung Bapak mulai tidak normal


"Ya suster, tiba tiba aku merasakan sakit didadaku seperti dalaman yang ada ditubuhku dibentur benturkan ke sudut meja, dan nafasku mulai terasa sesak"

"Pak Barli!! Bapak mengalami serangan kembali," dengan cepat suster Mira mengambil kotak obat yang ada di dekat mejaku kemudian suster Mira menekan tombol bel darurat"

"Pak cepat minum obat dibawah lidah ini, ayo pak!"


Aku yang tidak kuat menahan sakit, ku pejamkan mataku sambil memegang dadaku, masuklah dokter Rama dan beberapa suster ke ruangku


"Ada apa suster Mira!!" tanya dokter Rama tergesa gesa

"Level 2 dok!!" jawab Suster Mira sedikit Panik.

"Sudah kamu berikan obat untuk irama jantungnya suster!!"

"Sudah Dok!!",


Dokter Rama yang langsung merogoh stetoskop dari kantong bajunya langsung memeriksa detak jantungku


"Oke kita tunggu beberapa menit, obat yang kamu kasih bereaksi"

"Suster sudah siap alat kejut jantung"

"Sudah dok" kata suster yang mendampingi Doker Rama.

"Berapa Tensi terakhir pak Barli Suster?"

"90/80 ucap suster Mira"

Kemana keluarga yang menunggu Pak Barli? tanya Dokter Rama

Suster Mira menjawab,"Biasanya jam segini sudah ada suster pribadi Pak Barli"


Baru saja Dokter Rama bertanya kepada Suster-Suster yang ada diruangku, Masuk Suster Vina yang memang bertugas menjagaku pagi hari sampai sore hari, Suster Vina langsung menuju ke kerumunan dokter dan suster di tempat tidurku


"Kenapa dokter! ada apa dengan Pak Barli!" tanya Suster Vina.

"Suster Vina, ambilkan tisu di meja itu!", tegas Suster Mira

"Bersihkan keringat Pak Barli dikeningnya Suster"

"Baik Suster Mira!", jawab Suster Vina

"Kenapa Pak Barli tidak seperti biasanya? bila ia terkena serangan jantung, aku yakin ini adalah serangan jantungnya yang hebat, dan ia menahan sakit yang luar biasa" ungkap Suster Mira

"Perbesar oksigennya Suster!" seru Dokter Rama

"Oke kita lihat perkembangannya, berapa saturasinya suster?"

"Ada perkembangan dokter, perlahan saturasinya naik dan membaik" jawab Suster Mira

Oke, oke !!

Lihat selengkapnya