Catatan Orang-Orang Linglung

Eza Budiono
Chapter #1

Catatan 1 : Aku Belum Mau Menikah

Bagian 1

Umurku dua puluh sembilan tahun dan bagi kebanyakan orang, tak wajar masih sendiri. Setiap orang yang kutemui, laki-laki, perempuan, kenal atau baru kenal selalu memberikan pertanyaan yang nyaris sama: Mengapa belum menikah?

Beberapa waktu yang lalu aku selalu menjawab pertanyaan itu dengan senyman dan menyalahkan Tuhan atas kondisi itu. “Belum diberikan Tuhan jodohnya.” jawabku. Jawaban yang ternyata memancing percakapan yang lebih jauh lagi seakan mereka semua tak rela ketika Tuhan kusalahkan. Setelah itu, semua akan berkata bahwa Tuhan memang pemilik takdir namun manusia haruslah mengusahakan takdir.

Bagi mereka, jika aku tidak mengusahakan mencari jodoh maka Tuhan tidak akan memberikan kepadaku. Oh, kikir, pelit, dan picik sekali Tuhan dimata orang-orang itu!

Oke, aku akan memberikan pendapatku tentang kekuatan Tuhan. Dalam pemahamanku tentang takdir adalah bahwa segala sesuatunya telah dituliskan di dalam buku kesepakatan antara aku dengan Tuhan jauh sebelum aku dilahirkan. Di dalam buku itu, segala hal yang kulakukan telah tertulis bahkan sampai hal sekecil apapun.

Semisal aku berdiri di dua persimpangan dan kebingungan akan memilih jalan antara belok kiri atau kanan, di dalam buku kesepakatan dengan Tuhan itu, telah ditentukan bahwa aku akan memilik belokan yang mana. Meskipun, secara iseng aku kemudian berpikir begini:

“Aku belok kirilah, ah, tapi mungkin di dalam buku takdir aku belok kiri maka lebih baik aku belok kanan untuk mengerjai Tuhan dan buku takdir itu.”

Tidak bisa. Bahkan pikiranku untuk mengerjai Tuhan itupun sudah ditentukan di dalam buku takdir kesepakatan itu. Tapi bukankah Doa bisa mengubah takdir? Maka penjelasan yang kuyakini adalah berdoa itulah takdir kita.

Kita ditakdirkan berdoa pada jam sekian menit sekian dan telah dituliskan di dalam buku takdir itu. Di dalam buku itu juga telah dituliskan bahwa takdir kita akan berubah baik setelah berdoa itu. Itulah takdirnya.

Lihat selengkapnya