Blurb
Ketika Ibu meminta izin untuk menikah lagi, Nisa merasa dunianya telah runtuh. Ia terjebak dalam dilema yang menyesakkan, merestui ibu demi hari tua yang lebih layak atau bertahan pada sisa-sisa kesetiaan untuk Ayah yang kini terbaring lemah.
Hingga pada akhirnya Nisa di paksa menelan pil pahit kedewasaan, bahwa cinta dan kasih sayang saja tidak pernah cukup untuk menambal lubang kemiskinan.
Keluarga Cemara yang selama ini Nisa agung-agungkan nyatanya telah lama patah dan layu. Tak mungkin lagi kembali hijau meski ia terus menyiramnya dengan harapan yang sia-sia.