Blurb
Arka Maheswara punya segalanya.
Perusahaan teknologi terbesar di Jakarta. Wajah yang tidak pernah salah angle. Dan hidup yang berjalan persis seperti yang direncanakan — rapi, terkendali, sempurna.
Sampai suatu hari, layar komputernya mengetik sendiri dua kata:
KE SANA.
Dan "sana" ternyata adalah desa pesisir Balikpapan — tempat yang bahkan tidak ada dalam itinerary hidupnya.
Di sana ia bertemu Lira Wulandari. Perempuan sederhana yang menyapu teras rumah panggungnya sambil berdebat dengan dunia yang suka nge-lag. Tidak glamor. Tidak ambisius. Tidak tertarik pada CEO mana pun.
Masalahnya — dunia rupanya sudah punya rencana sendiri.
Lampu berkedip tanpa sebab. Slide presentasi berganti sendiri. Dan setiap kali Arka berada dekat Lira, semesta seperti mengangguk pelan: nah, ini dia.
Dibantu Danu — CFO paling deadpan se-Indonesia — dan Rani, PR Manager yang proaktifnya sudah melewati batas wajar, Arka harus menghadapi kenyataan bahwa ada satu hal yang tidak bisa ia kelola dengan spreadsheet:
Perasaannya sendiri.
CEO Bucin adalah romansa meta-komedi tentang dua dunia yang bertabrakan, seorang Narator yang terlalu ikut campur, dan satu pertanyaan sederhana yang ternyata paling sulit dijawab:
Seberapa nekat kamu untuk hal yang paling benar dalam hidupmu?