Cerita Kita Hari Ini Tak Harus Indah

ken fauzy
Chapter #7

Udah Putusin Aja

“Gun…masih sibuk kirim WA nya?”

Tanya Yoona pada Gunawan, kekasihnya. “Bentar ya, aku lagi kirim penawaran bisnis dulu nih ke klien,” jawab Gunawan tanpa mengangkat kepalanya. “Ini kan malam minggu Gun, kita makan malam sambil ngobrol–ngobrol kek, dari tadi kamu nunduk terus, penting mana sih klienmu itu atau aku?” Yoona bertanya lagi. “Yaa, dua–duanya pentinglah…” jawab Gunawan masih menunduk. Yoona menghembuskan nafasnya lalu menyuap steaknya, ia lanjutkan saja makannya sendiri karena melihat kekasihnya masih saja terus menunduk dan sibuk seperti itu.

Akhirnya telepon genggam itu diletakkan juga oleh Gunawan di sebelah piringnya, ia menatap Yoona, “Nah, sekarang apa yang mau kamu obrolin Yoon?” tanyanya. Yoona mengunyah kentang gorengnya dulu, memotong dagingnya dulu, setelah semua dikunyah dan ditelannya, ia baru bicara dengan tertawa karena melihat Gunawan sudah memasang wajah sebal menungguinya untuk bicara.

“Hahaha, baru ditinggal ngunyah makanan aja udah ngambek gitu deh…kamu berjam–jam malah ga perduliin kehadiranku tadi,” sindir Yoona.

“Ya, terus apa yang mau kamu omongin?” tanya Gunawan tak sabar.

“Gun kamu ngeh ga sih, kalau setiap kita jalan, kamu lebih sibuk dengan hape kamu? Memangnya sampai segitunya sibuk? Kan bisa diselesaikan dulu sebelum ketemu aku…”

“Jadi soal ini doang yang mau kamu omongin?”

“Bukan ini aja sih…selain ini, aku juga mau nanya kenapa kamu ga pernah nyempetin untuk mampir ke rumahku setiap jemput atau mengantarkan aku pulang? Padahal kita sudah mau empat bulan jalan bareng loh…apa kamu ga mau kenal orang tuaku gitu? Atau kamu malu karena rumahku ga bagus–bagus amat?”

“Ya karena memang waktunya ga sempat aja, pas aku lagi sibuk dan harus segera pergi lagi.”

Yoona mengangguk mencoba mengerti, “Kalau gitu malam ini kamu ga sibuk kan? Jadi nanti setelah mengantarku pulang, kamu bisa ketemu dulu sama orang tu---“ Rrrtttt. Rrrttttt. Rrrrtttt. Kalimat Yoona terpotong oleh suara nada getar dari telepon genggam milik Gunawan.

Gunawan melirik pada layar telepon genggamnya, lalu memberi tanda pada Yoona, “Bentar ya, ini ada WA penting, aku harus balas dulu,” ujarnya lalu Gunawan kembali tenggelam dalam kesibukan telepon genggamnya.

Yoona mendengus sebal.

 

***

Lihat selengkapnya