Cerita Kita Hari Ini Tak Harus Indah

ken fauzy
Chapter #11

Hari Terburuk Itu

“Pak, timnas maen!” seru Yoyon.

“Wah, Bapak mau nonton Yon, ambilin kursi roda Bapak itu,” balas bapak semangat. Yoyon segera mendorong kursi roda dari pojok kamar ke pinggir ranjang lalu membantu bapak untuk pindah duduk ke kursi rodanya.

Yoyon mendorong kursi roda itu keluar dari kamar menuju depan televisi. Ibu telah menyiapkan singkong goreng panas beserta teh manis hangat. Yoona memindahkan channel televisi, tampak di layar televisi pertandingan sepak bola antara timnas Indonesia melawan Malaysia akan dimulai. Lagu Indonesia Raya dikumandangkan maka Bapak, Ibu, Yoona dan Yoyon ikut menyanyikannya dengan penuh rasa haru dan bangga. Selesai lagu kebangsaan itu, mereka bertepuk tangan. “Indonesia…Indonesia…” teriak Yoyon. Ibu duduk di karpet sembari memijiti kaki bapak dan sesekali berteriak, “Ayo timnas Indonesia!”

Yoyon mendekat pada Bapak, berbisik, “Pak doain Yoyon bisa masuk di timnas juga ya nanti.” Bapak mengusap kepala anak laki-lakinya itu, “Pasti Bapak doain Yon.” Yoyon mencium tangan bapaknya lalu kembali memberikan semangat pada timnas yang sudah mulai bermain.

“Skor berapa–berapa nih Pak?” tantang Yoona duduk di sebelah bapak lalu mencomot singkong goreng dan mengunyahnya. Bapak berpikir sebentar, “Menurut batin Bapak, cukuplah dua satu untuk timnas.” Yoona menggeleng, “Dua satu untuk Malaysia, kita kan kalah mulu Pak.” Bapak tertawa, “Jangan pesimis gitu dong…timnas pasti menang.”

Pertandingan berjalan seru dan mereka sekeluarga begitu bersemangat memberi dukungan, dengan sesekali berteriak–teriak karena nyaris terjadinya gol atau karena panasnya pertandingan.

Bapak sungguh menikmati kebersamaan malam itu. Ia menatap wajah keluarganya satu persatu tanpa disadari seorang pun. Ia menatap wajah istrinya yang begitu dicintainya, menikmati tiap lekuk wajahnya, perlahan bapak mengusap pelan jemari tangan sang istri yang sedang memijitinya dan sedang serius menonton pertandingan. Kemudian bapak menatap Yoyon yang sedang berteriak-teriak kesal karena merasa timnas dicurangi wasit, bapak tertawa melihat tingkah putranya itu. Bapak pun menatap Yoona, anak perempuan satu–satunya yang ia banggakan. Ia mengusap pelan kepala Yoona yang juga sedang tenggelam dalam keriuhan pertandingan.

Bapak tersenyum melihat istri dan anak–anaknya yang ia begitu cintai itu.

Lihat selengkapnya