Dia tidak tahu namanya sendiri.
Dia hanya tahu: jenis-jenis suara, bau, dan tekstur. Suara jentikan jari yang selalu diikuti ketukan wadah berisi makanan. Suara pintu tertutup yang menyembunyikan manusia dari terkamannya. Dan ada satu suara, yang memanggil dengan nada naik di ujungnya, yang berarti kamu boleh mendekat sekarang.
Dia bermata satu. Ini bukan sesuatu yang mesti dia tahu. Ini hanya cara dunia terlihat: dari satu sudut, dengan bayangan yang selalu jatuh ke sisi yang sama.
Di rumah ini, ada dua manusia.
Yang pertama: laki-laki yang tidurnya berbunyi, yang tangannya selalu terbuka waktu duduk di lantai. Bukan meminta, hanya menawarkan. Keti tidak selalu mau. Tapi tangan itu selalu ada.