Ceritakan Semuanya pada Kucing

Kartini F. Astuti
Chapter #50

[Epilog] Rumah dan Cerita

Tidak semua manusia mampu menjadi rumah bagi cerita kita. Tetapi setiap cerita tetap membutuhkan rumah. Dan ketika manusia gagal menampungnya, mungkin Tuhan menciptakan kucing agar kita tetap berani berbicara.

*

Keti tidak tahu nama tempat ini.

Dia tahu baunya: kayu, kertas, sesuatu yang hangat dan sedikit asam dari teh yang belum habis diminum. Bukan bau yang dia kenali. Tapi bukan bau yang membuat bulu punggungnya berdiri juga. Dia sudah cukup tua untuk membedakan keduanya.

Dia menemukan jendela itu sendiri, seperti dia selalu menemukan jendela. Bingkainya dingin di bawah cakarnya. Di luar: gelap, lampu jalan, seekor kucing lain yang tidak dia kenal sedang duduk di atas tembok seberang, melihat ke arah yang tidak jelas.

Lihat selengkapnya