CEWEK DINGIN KESAYANGAN KETUA GENG MOTOR TERKENAL

Shinta Dwi F
Chapter #1

CEWEK DINGIN KESAYANGAN KETUA GENG MOTOR TERKENAL

Hujan.


Bukan hujan biasa. Hujan yang benar-benar menggila sejak jam tujuh malam. Langit Jakarta seperti bocor.


Zea berdiri tepat di bawah neon box yang berkedip-kedip: KOPI 24 JAM.


Seragam SMA Garuda miliknya sudah basah di bagian bahu dan rok. Blazer navy-nya dia peluk erat. Rambut hitam panjangnya lepek menempel di pipi. Tapi ekspresinya? Tetap sama seperti di sekolah. Datar. Dingin. Seolah hujan ini bukan masalah besar.


Padahal di dalam hati, dia panik.


HP-nya 5%. Angkot terakhir jurusan Pulogebang sudah lewat 20 menit yang lalu. Ojek online tidak ada yang mau ambil karena hujan badai. Dan dia tidak mungkin menelepon Ayahnya. Tidak setelah pertengkaran pagi tadi.


"Ah, sial," gumam Zea pelan.


Dari ujung jalan yang gelap, suara itu datang. Bukan satu, tapi lima.


_BRAAAAP! BRAAAP!_


Raungan knalpot motor sport 250cc ke atas. Suara yang sangat dikenali anak SMA Garuda. Suara yang bikin semua cewek berbisik dan semua cowok minggir.


Garuda Riders.


Lima motor hitam berhenti berderet tepat di depan warung kopi. Air hujan memercik dari ban mereka. Helm-helm hitam mengkilap.


Yang paling depan membuka helmnya.


Arkana.


Rambutnya basah sedikit. Jaket kulit hitam dengan emblem besar di lengan: GARUDA RIDERS MC - JAKARTA EST. 2019. Wajahnya tegas, rahangnya keras. Dia adalah alasan kenapa guru BK selalu siaga setiap jam pulang.


Semua mata di warung kopi langsung tertuju pada mereka. Bapak-bapak penjaga warung bahkan pura-pura sibuk.


Arkana tidak melihat siapa-siapa. Pandangannya terkunci pada satu titik. Cewek berseragam SMA Garuda yang berdiri menyilangkan tangan dengan wajah jutek.


Zea.


"Lo ngapain di sini?" Suara Arkana berat, harus berteriak sedikit karena hujan.


Zea melirik sekilas, lalu kembali membuang muka. "Bukan urusan lo."


Di belakang Arkana, anak-anak gengnya saling sikut. Bara, wakilnya, berbisik, "Wah, ini cewek yang kemarin nolak surat cinta anak Basket itu ya? Yang dingin itu?"


Lihat selengkapnya